Libur Panjang Ingin Touring Motor, Jangan Memforsir Tenaga

Kompas.com - 28/10/2020, 10:12 WIB
Presiden Joko Widodo dan rombongan bikers saat melakukan touring menggunakan motor chopper miliknya di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4/2018). Di sela perjalanan itu, Jokowi sempat meninjau dua program padat karya yang dikerjakan oleh warga Sukabumi. ISTANA PRESIDEN/AGUS SUPARTOPresiden Joko Widodo dan rombongan bikers saat melakukan touring menggunakan motor chopper miliknya di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4/2018). Di sela perjalanan itu, Jokowi sempat meninjau dua program padat karya yang dikerjakan oleh warga Sukabumi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020 pekan ini, salah satu aktivitas yang banyak dibahas, ialah touring pakai sepeda motor.

Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana Makmur Sejati (WMS), mengatakan, berkendara dengan motor jarak jauh jangan memforsir dan melupakan waktu istirahat yang cukup.

"Idealnya dalam berkendara jarak jauh setiap 2 - 2,5 jam perjalanan maka disarankan untuk beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuh," kata Agus kepada Kompas.com, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Benarkah Simpan Powerbank di Bagasi Motor Bisa Meledak?

Aden dan Melky Touring MotorKOMPAS.com/Alex Aden dan Melky Touring Motor

Agus mengatakan, waktu istirahat bisa berbeda-beda setiap orang. Disesuaikan dengan kemampuan pengendara.

"Jika memang terlalu lelah maka istirahatnya cukup lama, sampai benar2 kondisi tubuh kembali segar. Agar dalam melakukan perjalanan selanjutnya dapat lebih fokus dan konsentrasi," katanya.

Selain itu, usahakan untuk tidak jalan saat malam hari.

Touring untuk merayakan ultah ke-17 tabloid Motor Plus, menggunakan 17 sepeda motor, tempuh jarak 282,5 km.Motor Plus Touring untuk merayakan ultah ke-17 tabloid Motor Plus, menggunakan 17 sepeda motor, tempuh jarak 282,5 km.

Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC) mengatakan, alasan touring malam hari terutama untuk motor sangat tidak disarankan karena lebih berbahaya ketimbang siang hari.

Baca juga: Blokir STNK Segera Berlaku, Pelajari Regulasinya

"Pertama, saat malam kemampuan spasial manusia menurun karena visibilitas menurun. Kedua lampu kendaraan lain dapat menyebabkan silau yang dapat menyebabkan efek snow blindnes," katanya.

"Ketiga karena hanya mengandalkan lampu, kemampuan manusia mengukur jarak dengan kendaraan lain juga berkurang," kata Marcell.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X