Pahami Posisi Benar Berkendara Motor untuk Wanita

Kompas.com - 27/10/2020, 10:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Di era modern seperti ini, wanita mengendarai sepeda motor sudah menjadi pemandangan umum di Ibu Kota. Berbeda dengan mobil, kendaraan roda dua memiliki tingkat risiko yang lebih besar bagi siapa pun.

Terutama bagi pengendara wanita atau lady biker yang cenderung mengalami risiko lebih besar dari pria. Hal ini disebabkan perilaku berkendara kaum hawa sedikit lebih lambat begitu juga saat menanggapi respon di jalan.

“Cara dan posisi wanita saat berkendara cenderung santai. Bahkan masih banyak yang menggunakan sepatu hak tinggi saat berkendara. Untuk motor jenis bebek yang memiliki pedal rem di bawah ini bisa sangat mengganggu,” ujar Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu kepada Kompas.com.

Baca juga: Mana yang Lebih Dulu Diganti, Ban Depan atau Belakang?

Menurut Jusri, masih banyak wanita yang tidak mengetahui posisi yang benar ketika membawa motor. Karena sikap saat berkendara berperan besar dalam hal keselamatan di jalan saat berkendara.

Untuk itu ada hal yang harus diperhatikan bagi wanita saat mengendarai motor. Mulai dari posisi badan, tangan dan kaki. Setidaknya ada sembilan tips berkendara sepeda motor yang diberikan Jusri untuk para ladys biker.

Saat ditetapkan transmisi lokal, Samarinda memberlakukan markah physical distancing bagi pengendara motor di dua ruas jalan, yakni simpang Kantor Pos Jalan Awang dan Jalan Pahlawan, Rabu (15/7/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON Saat ditetapkan transmisi lokal, Samarinda memberlakukan markah physical distancing bagi pengendara motor di dua ruas jalan, yakni simpang Kantor Pos Jalan Awang dan Jalan Pahlawan, Rabu (15/7/2020).

1. Bergerak dengan tepat (benar dan sesuai kondisi), kadang kala pada traffic padat pergerakan bertahap dan teralalu pelan akan membahayakan orang lain dan tentunya diri sendiri.

2. Pengereman hanya dilakukan ketika situasinya terkendali; di mana, kapan, bagaimana dan mengapa?

-Di mana: ketika motor hanya sedang tegak lurus, tidak sedang menikung, tidak saat roda sedang menghajar lintasan rusak, tidak sedang berada dilintasan licin.

-Kapan: hanya dilakukan ketika situasi betul-betul sedang terkendali, tidak dilakukan kapan saja, kadang kala pengereman sembarangan akan memperburuk kualitas masalah yang sedang dihadapi.

-Bagiamana: lakukanlah dengan gerakan meremas dan bertahap, tidak sekaligus, tidak mengunci, bantu dengan deselerasi mesin (engine brake). Sebab jika roda terkunci pengemudi bisa terjatuh. 

Baca juga: Tambahan Aksesoris Bisa Bikin Bus Terbakar

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.