Amankah Mobil bila Pakai Pelek Replika?

Kompas.com - 15/10/2020, 15:01 WIB
Mitsubishi Xpander modifikasi yang menggunakan pelek replika Volksracing GridOto.comMitsubishi Xpander modifikasi yang menggunakan pelek replika Volksracing

JAKARTA, KOMPAS.comPelek mobil merupakan salah satu komponen yang bisa meningkatkan tampilan kendaraan secara signifikan. Namun terkadang, untuk membeli pelek asli dirasa terlalu menguras kantong.

Oleh karena itu, ada sebagian orang yang memilih untuk memakai pelek replika. Replika ini biasanya memiliki bentuk yang sama dengan yang asli, namun dibuat oleh pabrikan lain. Lalu apakah aman untuk menggunakan pelek replika ini?

Rim & Tire Consultant dan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bambang Widjanarko mengatakan, replika itu sudah dibuat di pabrik dengan kualitas yang baik, namun tidak memegang lisensi atau hak cipta peleknya.

Baca juga: Dua Mobil Baru Mitsubishi Siap Meluncur Pekan Depan

Pelek replika Taiwan banyak diburu karena banyak model dan murah.Donny Apriliananda Pelek replika Taiwan banyak diburu karena banyak model dan murah.

Kualitas yang dibuat pabrik pelek replika itu tetap baik. Replika dari Thailand, Taiwan dan China bisa dikatakan yang terbaik untuk menjiplak pelek dari Jepang, Jerman, Amerika atau Swiss,” ucap Bambang kepada Kompas.com, belum lama ini.

Bambang mengatakan, secara bahan aluminium yang digunakan, pelek replika dan orisinal tidak berbeda jauh. Mungkin perbedaan hanya ada di campuran bahan baku pelek, misalnya di pelek orisinal magnesiumnya lebih banyak.

“Kadar magnesium yang lebih banyak membuat pelek orisinal lebih enteng. Jadi yang membedakan replika dan orisinal hanya di bobotnya saja yang lebih berat,” kata Bambang.

Baca juga: Benarkah Oli Mesin Bisa Kedaluwarsa? Ini Jawabannya

Jadi memakai pelek replika sebenarnya aman saja. Hal yang bahaya yaitu membeli pelek rekondisi. Pelek rekondisi merupakan pelek bekas yang sudah dipermak sehingga terlihat baru lagi, padahal bisa saja sudah ada retak-retak halus.

“Pelek kalau sudah dipakai, lubang bautnya pasti akan longgar. Kemudian jika ada retak rambut atau halus di peleknya, saat digunakan akan semakin besar dan berpotensi pecah peleknya,” kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X