BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Bridgestone

Berkendara Saat Hujan, Simak Tips Berikut agar Terhindar dari Kecelakaan

Kompas.com - 14/10/2020, 20:03 WIB
Ilustrasi mobil mengalami hydroplaning di jalan yang basah. Dok. ShutterstockIlustrasi mobil mengalami hydroplaning di jalan yang basah.

KOMPAS.com – Indonesia sudah mulai memasuki musim penghujan. Beberapa wilayah di Tanah Air sudah mulai diguyur hujan. Walaupun hujan belum begitu deras dan intens, sebagai pengendara, Anda harus selalu waspada.

Saat musim hujan, jalanan menjadi basah dan licin. Belum lagi jika harus melewati jalanan dengan genangan air. Jika tidak berhati-hati dalam berkendara, Anda bisa mengalami kecelakaan.

Kecelakaan saat musim hujan umumnya disebabkan oleh hydroplaning atau aquaplaning.
Hydroplaning bisa terjadi lantaran ban mobil kehilangan penapakan atau traksi pada permukaan jalan saat mobil melintasi permukaan jalan yang terdapat genangan air.

Saat mobil melewati genangan air dengan kecepatan tertentu, sebagian air berpotensi tidak sempat dipindahkan oleh permukaan ban dan tetap bertahan di bawah ban sehingga membentuk lapisan tipis. Lapisan tersebut menyebabkan permukaan ban mobil tidak menyentuh permukaan jalan.

Baca juga: Ini Trik Antisipasi “Hydroplaning” saat Berkendara

Saat ban mengapung di permukaan air atau tidak menapak di aspal jalan, mobil jadi sulit dikendalikan. Kondisi ini dapat membahayakan bagi pengemudi.

Meski terjadi hanya sebentar, hydroplaning dapat memicu kecelakaan tunggal, seperti kendaraan terbalik atau menabrak bangunan di pinggir jalan.

Aman lewati jalan licin dan genangan air

Agar tetap aman berkendara di musim hujan, pengemudi sebaiknya memahami teknik safety driving, terutama saat menerabas genangan air di jalan.

Pengemudi juga diharuskan tetap tenang dan tidak panik saat terjadi hydroplaning. Saat panik, pengemudi biasanya langsung menginjak rem. Tanpa sadar, inilah yang mengakibatkan terjadinya selip di salah satu ban.

Baca juga: Selip Ban, Truk Boks Milik Bank Indonesia Terguling di Banjarnegara

Head of Corporate Communications & Public Relations PT Bridgestone Tire Indonesia Arko Kanadianto dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (2/10/2020) menegaskan hal yang sama.

“Beberapa kasus kecelakaan yang terjadi akibat hydroplaning justru dikarenakan pengemudi mengambil langkah antisipasi ekstrem akibat panik seperti melakukan pengereman mendadak atau membelok dengan tajam, padahal kondisi jalan sedang sepi,” ujarnya.

Selain harus memahami teknik berkendara saat terjadinya hydroplaning, pengemudi dapat mengikuti tips keselamatan agar aman berkendara saat hujan deras dari Bridgestone berikut ini.

1. Kurangi kecepatan

Langkah paling aman untuk menghindari hydroplaning adalah dengan menurunkan kecepatan sebelum melewati genangan air.

Baca juga: Hydroplaning, Momok Berkendara Saat Hujan

Semakin tinggi kecepatan ketika melewati genangan air, akan semakin tinggi pula risiko terjadi hydroplaning.

Maka dari itu, penting untuk melambatkan laju kendaraan ketika jalanan basah atau ada genangan air.

2. Cek tekanan angin ban

Selanjutnya, Anda harus rutin mengecek tekanan angin ban. Dengan tekanan angin yang sesuai, ban dapat mengalirkan air dengan baik sehingga tetap optimal menempel pada permukaan jalan.

3. Lihat kondisi telapak ban

Pastikan pula telapak ban masih bagus dan tidak gundul. Ban dengan kondisi telapak yang tidak gundul masih memiliki jalur untuk air saat melewati genangan. Dengan demikian, ban masih bisa menapak di permukaan jalan lantaran air masih bisa mengalir.

Baca juga: Simak Cara Mudah Cek Kesiapan Ban Mobil Jelang Musim Hujan

4. Pilih ban yang tepat

Meski sudah memastikan tekanan angin dan kondisi telapak ban, ada baiknya pengemudi memilih ban dengan alur yang efektif membelah genangan air agar terhindar dari risiko hydroplaning.

Pola telapak yang sesuai dapat membantu mengontrol mobil lebih baik saat melintasi genangan air. Salah satu contohnya pola telapak asimetris seperti pada ban Bridgestone Turanza T005A.

Mobil menggunakan ban Bridgestone Turanza T005ADok. Bridgestone Mobil menggunakan ban Bridgestone Turanza T005A

Ban asimetris Bridgestone Turanza T005A memiliki alur yang lebih rapat dan ramai sehingga pemecah air lebih banyak. Dengan demikian, grip menjadi lebih maksimal di jalan yang basah.

Ban ini sedikit unik dari jenis ban lainnya. Sebab, ban memiliki pola alur tapak yang berbeda pada sisi luar dan dalamnya.

Baca juga: Bridgestone Luncurkan Ban Khusus untuk Mobil Sport

Konstruksi sisi luar dirancang lebih kuat. Sebab, saat mobil bermanuver, tapak bagian luar mendapatkan tumpuan beban yang lebih berat dari ban dalam.

Keunggulan lain dari penggunaan ban asimetris Turanza T005A tersebut adalah mampu meningkatkan kestabilan ban di permukaan jalan basah, lebih mudah mengontrol kemudi, dan meminimalkan risiko ban tergelincir serta mengurangi kebisingan saat berkendara sehingga pengemudi bisa merasakan kenyamanan dan pengalaman yang luar biasa.

Selain Turanza T005A, Bridgestone juga menyediakan beragam ban bermutu tinggi bagi pelanggan ini. Ban keluaran pabrikan asal Negeri Sakura tersebut tersedia juga dalam berbagai pola dan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan ban apa pun jenis kendaraannya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya