Soal Mobil Listrik, Tesla Sudah Komunikasi dengan Indonesia

Kompas.com - 07/10/2020, 08:02 WIB
Mobil listrik Tesla Model 3. IstMobil listrik Tesla Model 3.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Memperkuat komitmen dalam mengembangkan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), pemerintah Indonesia tersebut melakukan pengembangan.

Menariknya, dikabarkan bila pemerintah sudah melakukan penjajakan dengan produsen kendaraan listrik ternama asal Amerika Serikat, yakni Tesla.

Kabar tersebut disampaikan Ayodhia Kalake, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Maritim dan Investasi (Marves).

Menurut Ayodhia, selain Hyundai selaku produsen asal Korea Selatan yang telah berinvestasi KBLBB di Indonesia, Menko Marves Luhut B. Pandjaitan juga sudah berkomunikasi dengan pabrikan otomotif besar asal Jerman serta Tesla.

Baca juga: Pemerintah Mau Bikin 180 Charging Station Kendaraan Listrik

"Khusus untuk Tesla, pihak Tesla secara informal sudah menghubungi pak Menko Luhut, tetapi ini masih penjajakan awal dan belum terlalu detail. Kita perlu diskusi lebih lanjut bersama pihak Tesla," kata Ayodhia dikutip dari Biro Komunikasi kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Selasa (6/10/2020).

Logo Tesla.Reuters Logo Tesla.

Lebih lanjut Ayodhia menjelaskan, bila pemerintah sangat berkomitmen kuat mengembangkan KBLBB beserta infrastuktunya pendukungnya. Pengembangannya sendiri akan dilakukan melalui berbagai tahapan.

Bentuk dukungan yang diberikan, menurut Ayodhia, antara lain seperti pemberian insentif khusus kepada pabrikan atau industri yang mengembangkan KBLBB. Selain itu juga mendorong pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Tak hanya itu, guna mempercepat ekosistemnya, Ayodhia menjelaskan bila ke depannya kendaraan dinas kementerian, lembaga, BUMN, dan BUMD juga akan menggunakan KBLBB.

"Sudah ada investor asing yang membangun industri skala besarnya di Indonesia, kita pun setahap demi setahap akan mengganti kendaraan dinas menjadi KBBLB. Beberapa Pemerintah Daerah juga memberikan insentif untuk KBLBB seperti DKI, Bali, Jawa Barat. Seperti Pemprov DKI, yang tidak mengenakan atau membebaskan biaya bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) untuk KBLBB," ucap Ayodhia.

Baca juga: Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur Kendaraan Listrik

Armada taksi Bluebird bertenaga listrik BYD e6 dan Tesla model X 75DKompas.com/Setyo Adi Armada taksi Bluebird bertenaga listrik BYD e6 dan Tesla model X 75D

Tekait soal rencana tersebut, menurut Ayodhia diperlukan kesiapan berupa Surat Edaran dan institusi terkait, dan ditargetkan mulai 2021 hingga 2024 nanti sudah bisa terwujud. Sementara untuk KBLBB sepeda motor yang diproduksi dalam negeri sudah masuk ke dalam e-catalogue inovasi.

Sayangnya, ketika Reuters mencoba untuk mengkonfirmasi soal penjajakan yang dimaksud antara pemerintah Indonesia dengan Tesla seperti apa, hingga saat ini belum ada tanggapan juga keterangan resminya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X