Regulasi Konversi Motor Konvensional Jadi Listrik, Menyasar ke Bengkel

Kompas.com - 30/09/2020, 09:22 WIB
Motor listrik custom flat track futuristis karya Universitas Budi Luhur dan Katros Garage. Katros GarageMotor listrik custom flat track futuristis karya Universitas Budi Luhur dan Katros Garage.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang menyiapkan aturan konversi sepeda motor konvensional menjadi tenaga listrik. Regulasi yang nantinya akan menjadi payung hukum tersebut dikabarkan tinggal menunggu paraf dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Saat ditanya soal bocoran teknisnya seperti apa, Kepala Seksi Sertifikasi Kendaraan Bermotor Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jabonor mengatakan, bila nantinya setiap motor yang telah dikonversi, wajib untuk melakukan uji kelayakan kembali.

"Sejauh ini untuk motor saja, peruntukan motornya harus tua atau bagaimana, nanti tunggu regulasinya. Tapi yang pasti setelah bengkel melakukan konversi dari mesin biasa menjadi listrik, itu wajib untuk uji tipe dan laik jalan lagi," kata Jabonor kepada Kompas.com, Selasa (29/9/2020).

Baca juga: Tak Lulus Uji Emisi, Mobil dan Motor di DKI Bakal Sulit Urus STNK

Jabonor menjelaskan keharusan melakukan pengujian laik jalan dilakukan guna mendapatkan sertifikasi dan nanti yang harus mengajukannya, dari pihak bengkel yang melakukan modifikasi atau konversinya.

Sepeda motor hasil karya Universitas Budi Luhur, CEV01KOMPAS.com/Ruly Sepeda motor hasil karya Universitas Budi Luhur, CEV01

Fungsi uji tipe sendiri, menurut Jabonor untuk memastikan bila semua komponen yang dipakai aman digunakan. Baik dari segi controler, motor listrik, battery management system, sampai akumulator pengisian ulangnya.

Sayang saat ditanya apakah ada batasan soal kecepatan dan lain sebagainya, Jabonor masih belum menyampaikan sebelum regulasi keluar.

Namun terkait urusan surat-surat kendaraan yang nanti harus berubah, Jabonor menyampaikan bila masalah itu sudah menjadi domainnya kepolisian. Sementara Kemenhub sendiri, hanya menyiapkan aturan terkait uji tipenya.

"Sertifikat uji tipe akan kami keluarkan yang menandakan motor itu sudah memenuhi persyaratan yang diatur dalam regulasi,  masalah surat legalitas seperti STNK itu nanti bagaimana aturan dari kepolisiannya," ucap Jabonor.

Baca juga: Restorasi Sepeda Motor Lebih Susah Bagian Mesin atau Bodi?

Motor listrik BF Goodrich BF-CGKompas.com/Donny Motor listrik BF Goodrich BF-CG

"Tujuan dari aturannya sendiri memang nanti arahnya ke bengkel koversinya. Karena itu, yang wajib untuk membawa atau melakukan uji tipenya nantinya harus bengkel yang mengerjakannya," kata dia.

Seperti diketahui, sebelumnya Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, penysunan aturan konversi mesin biasa atau internal combustion engine (ICE) menjadi tenaga listrik untuk motor sudah ditandatangi dan tinggal menuju tahap final.

"Elektrifikasi yang menyangkut konversi sejauh ini memang belum, tapi dari saya sudah diparaf, tinggal nanti dari Pak Menterinya saja. Kalau sudah ada tandatangannya baru akan disahkan," ucap Budi beberapa waktu lalu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X