Kompas.com - 18/09/2020, 19:31 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengguna motor matik biasanya adalah orang-orang yang menuntut kepraktisan dalam berkendara. Tak hanya perempuan, laki-laki dan anak muda sekarang menyukai motor tanpa persneling ini.

Pengguna motor matik biasanya juga sering menghajar polisi tidur tanpa perhitungan. Padahal kebiasaan ini bisa memperpendek masa pakai komponen, terutama bagian sokbreker.

Yusuf, pemilik bengkel spesialis sokbreker ‘Semarang’ di Jalan Raya Bogor KM 27, Jakarta Timur, mengatakan, bagian kaki-kaki motor rentan mengalami kerusakan apabila sering menghajar polisi tidur.

Baca juga: PSBB Jakarta Tahap Dua, Volume Kendaraan dan Penumpang Bus Menurun

Alat pembatas kecepatan alias polisi tidur yang dibuat tanpa aturan resmi kadang malah bikin kecelakaan.Febri Ardani/KompasOtomotif Alat pembatas kecepatan alias polisi tidur yang dibuat tanpa aturan resmi kadang malah bikin kecelakaan.

Sokbreker bisa cepat rusak kalau sering menghajar polisi tidur dengan kecepatan tinggi, karena komponen ini harus bekerja lebih keras dalam meredam benturan,” ucap Yusuf, kepada Kompas.com belum lama ini.

Menurut Yusuf, selain sokbreker, bagian komstir, engine mounting, hingga pelek juga bisa rusak, jika kebiasaan ini terus dilakukan.

Motor matik dengan sokbreker belakang tunggal juga bisa hilang kendali saat menghajar polisi tidur atau jalan rusak dalam kecepatan tinggi,” ujar Yusuf.

Baca juga: Penjualan Livina Ungguli Kijang Innova dan Xpander

Ilustrasi sokbreker sepeda motor aftermarketOtomania/Setyo Adi Ilustrasi sokbreker sepeda motor aftermarket

Oleh sebab itu, ia menyarankan pengendara motor untuk memperlambat laju kendaraan saat melindas polisi tidur.

“Tekanan angin ban juga harus rajin dicek, jangan sampai kurang angin. Selain itu perhatikan barang bawaan, sering bawa banyak beban pasti lama-lama akan berpengaruh ke sokbreker,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.