Mengemudi di Jalan Tol Dilarang Terus di Lajur Kanan, Ini Alasannya

Kompas.com - 12/09/2020, 13:42 WIB
Ilustrasi berkendara di tol trans jawa dok.HPMIlustrasi berkendara di tol trans jawa
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola jalan tol sudah memberikan sejumlah aturan bagi para pengemudi yang akan melintas.

Mulai batas kecepatan, tidak boleh berhenti sembarangan di bahu jalan hingga larangan mengemudi di jalur kanan secara terus menerus dengan kecepatan konstan.

Hal ini karena lajur kanan hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang akan mendahului kendaraan lain. Dan setelah mendahului, kendaraan disarankan untuk kembali ke lajur kiri.

Director Jakarta Defensive Driving Consulting ( JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, mobil boleh saja terus berjalan di lajur paling kanan dengan catatan kecepatannya lebih tinggi dari lajur yang lain di sebelahnya.

Baca juga: STNK Hilang Tapi Motor Masih Kredit, Begini Cara Mengurusnya

"Kalau berada di lajur kanan terus tapi kecepatan mobilnya sama dengan lajur di sebelahnya maka itu salah, tapi kalau dia lebih cepat maka itu dianggap overtake," ujar Jusri kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Ilustrasi mobil melintas di jalan tolKOMPAS.COM/STANLY RAVEL Ilustrasi mobil melintas di jalan tol

Jusri menambahkan, kalau mobil berada di lajur kanan terus menerus dan mendahului kendaraan lain di lajur sebelahnya maka hal itu tidaklah menyalahi aturan. Sebab kecepatan mobil tersebut melebihi kecepatan mobil yang konstan.

Menurutnya, kunci mengemudi di jalan tol itu adalah kecepatan yang konstan. Pengemudi yang menggunakan jalan tol harus berada pada kecepatan yang konstan, terlebih lagi jika tertib lajur maka tidak akan terjadi kemacetan.

“Kalau kecepatan mobil yang ada di jalan tol bervariasi, perlambatan secara tiba-tiba dari satu mobil bisa mengular ke kendaraan di belakangnya. Hal ini yang bisa menyebabkan kemacetan,” kata Jusri.

Baca juga: Urus STNK Hilang di Samsat, Bisa Diwakilkan?

Tetapi, kata Jusri, jika ada mobil dengan kecepatan langsam malah bertahan di lajur paling kanan jalan tol hal itu menjadi perilaku yang salah.

Mengingat, idealnya lajur kanan hanya digunakan untuk menyalip kendaraan di depan. Setelah berhasil mendahului seharusnya mobil kembali lagi ke lajur kiri atau tengah.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X