Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ganti Ban Motor, Lebih Baik Depan atau Belakang Duluan?

Kompas.com - 02/09/2020, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemotor biasanya menemukan kondisi ban sudah aus di depan dan belakang hampir pada waktu yang bersamaan. Solusi terbaik tentu harus menggantinya secara sepasang.

Namun, bagaimana jika dana yang Anda miliki terbatas. Rencana mengganti ban depan serta belakang harus batal, dan Anda harus memilih mana ban yang harus diganti lebih dulu.

Zulpata Zainal, Proving Ground - On Vehicle Test (PG-OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk, mengatakan, ban belakang ada baiknya diganti lebih dulu karena punya peran yang lebih vital ketimbang ban depan.

Baca juga: Pertamina Berencana Hapus Premium dan Pertalite dari Pasaran

Periksa ban motorShutterstock Periksa ban motor

“Kerja ban belakang lebih berat, karena berfungsi sebagai penopang bobot motor dan pengendara, sekaligus sebagai penerus daya dari mesin ke roda,” ujar Zulpata, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Maka tak heran jika kondisi ban belakang umumnya lebih cepat aus ketimbang ban depan. Hal ini terjadi lantaran ban belakang ibaratnya bekerja lebih keras daripada ban depan.

Selain itu, karena kerja yang berat biasanya ban belakang lebih sering terkena paku atau benda tajam di jalan. Tambal ban jenis cacing atau tip top pasti sering menempel di ban belakang.

Baca juga: Yamaha Bakal Segarkan Aerox 155

twi pada ban motorKompas.com/Fathan twi pada ban motor

Walau demikian ban depan juga tak kalah penting untuk diganti. Zulpata mengatakan, ban depan berperan mengendalikan motor sewaktu bermanuver dalam kecepatan tinggi.

Kondisi ban depan yang dibiarkan aus juga berbahaya. Apalagi jika motor sering dibawa berkendara jarak jauh.

“Kalau dana terbatas, lebih baik ganti ban belakang dulu, baru ganti yang depan. Tapi kalau dananya ada, segera ganti dua-duanya saat keausan sudah mencapai TWI (tread wear indicator),” ucap Zulpata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.