[POPULER OTOMOTIF] Ganjil Genap 24 Jam di Jakarta | Kawasaki Ninja 150 Cuma Rp 19 Jutaan

Kompas.com - 12/08/2020, 06:02 WIB
Kendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di jalan Jenderal Sudriman, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan bermotor melambat akibat terjebak kemacetan di jalan Jenderal Sudriman, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperluas sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Sosialisasi perluasan ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Kemudian, uji coba di ruas jalan tambahan dimulai pada 12 Agustus sampai 6 September 2019.

Namun ada juga karoseri yang mulai kembali membuat bodi bus besar menggunakan kaca tunggal atau single glass. Bisa dibilang ini adalah keinginan pencinta bus yang tidak ingin pandangan dari kabin terhalang sekat horizontal antara kaca atas dan bawah.

Karoseri pertama yang kembali membuat bus dengan single glass yaitu Tentrem dengan bodi Avante H7X. Model ini merupakan gabungan dari Avante H series dengan bodi Scorpion X yang juga dibuat oleh Tentrem.

Baca juga: Karoseri Ini Mulai Bikin Bus Pakai Kaca Tunggal Lagi

3. Penjelasan Dishub DKI Terkait Wacana Pemberlakuan Ganjil Genap 24 Jam

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang untuk memberlakukan sistem ganjil genap selama 24 jam penuh di seluruh ruas jalan Ibu Kota guna menekan pergerakan orang selama pandemi Covid-19.

Pasalnya, berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, berbagai instrumen pembatasan aktivitas untuk memperkecil peluang penyebaran wabah virus corona di wilayah Jakarta belum optimal.

"Pada Peraturan Gubernur (Pergub) 51 Tahun 2020 dijelaskan dan diatur berbagai mekanisme secara holistik untuk pergerakan warga dari hulu hingga hilir (transportas) agar tak terjadi kepadatan dan keramaian di perkantoran, transportasi, maupun jalan," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dihubungi Kompas.com, Senin (10/8/2020).

Baca juga: Penjelasan Dishub DKI Terkait Wacana Pemberlakuan Ganjil Genap 24 Jam

4. Mitos atau Fakta, Naik Sepeda Motor Lebih Rawan Kecelakaan di Jalan?

Ilustrasi kecelakaanAUTOACCIDENT Ilustrasi kecelakaan

Maraknya kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan raya kerap melibatkan banyak pihak. Tidak jarang, kita disuguhkan berita menyeramkan yang dialami pengguna kendaraan roda dua.

Sampai muncul teori yang mengatakan bahwa pengendara sepeda motor lebih berpeluang mengalami kecelakaan lalu lintas ketimbang pengguna kendaraan lain.

Jawaban paling sederhana, karena beroda dua.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X