Memaksakan Ban Mobil yang Benjol, Apa Efeknya?

Kompas.com - 04/08/2020, 11:22 WIB
Ban benjol MSN.comBan benjol

JAKARTA, KOMPAS.com – Tekanan udara pada ban yang kurang, bisa menyebabkan satu masalah, yaitu benjol. Benjol pada ban muncul karena ban yang kekurangan tekanan udara, menubruk benda padat seperti trotoar atau batu.

Efek dari tubrukan tersebut yaitu, benang baja yang ada pada ban menjadi terputus. Sehingga jika kembali mengisi ban dengan tekanan yang tepat, udara akan masuk ke rongga dari benang baja yang putus, sehingga timbul benjol yang terlihat dari luar.

Lalu bagaimana jika mobil memaksakan tetap jalan dengan kondisi ban benjol seperti ini?

On Vehicle Test Manager PT Gajah Tunggal Tbk Zulpata Zainal mengatakan, ban yang sudah benjol sebenarnya tidak aman untuk digunakan, karena cenderung lebih mudah bocor.

Baca juga: Banyak yang Belum Tahu, Ini Beda Fortuner TRD dengan Tipe Standar

Ilustrasi ban benjoldavinadiaries.com Ilustrasi ban benjol

“Kalau benang ban putus di samping, hanya tersisa karet ban yang tipis. Kalau diisi udara, bagian yang benjol tersebut bisa pecah, ban jadi bocor,” ucap Zulpata kepada Kompas.com, belum lama ini.

Zulpata mengatakan, ban yang sudah benjol namun tetap digunakan, karet ban sudah tidak mampu menahan tekanan udara, akhirnya bisa bocor. Jika sudah bocor, maka sudah tidak ada lagi kekuatan, tidak bisa kembali diisi dengan udara.

“Dari segi pabrikan ban, bagian samping yang benangnya sudah putus atau ada benjol, kekuatannya sudah tidak ada. Rekomendasinya, harus diganti bannya,” kata Zulpata.

Baca juga: Siap-siap, Tilang Elektronik Berlaku mulai 6 Agustus 2020

Jika tetap memaksa menggunakan ban yang sudah benjol, tinggal tunggu waktu saja, ban akan bocor. Ketika kembali menumbur benda keras, lapisan karet tidak bisa menahan tekanan udara dan ban mudah pecah atau bocor.

Oleh karena itu, bagi pemilik kendaraan, sangat penting untuk menjaga tekanan udara yang sesuai rekomendasi pabrikan. Tekanan udara yang pas bisa mencegah ban benjol dan memperpanjang usia pakainya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.