Penjualan Mobil Belum Normal tapi Mulai Membaik

Kompas.com - 15/07/2020, 17:01 WIB
Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWAIlustrasi penjualan mobil.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan mobil di Indonesia mulai membaik usai dilonggarkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah wilayah pada Juni 2020.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan secara wholesales atau dari pabrik ke diler menunjukkan peningkatan 255 persen dibanding bulan sebelumnya atau dari 3.551 unit menjadi 12.623 unit.

Sementara pada penjualan ritel di periode sama, terjadi pertumbuhan sebesar 74,8 persen, yaitu dari 17.083 unit di Mei ke 29.862 unit.

Baca juga: Penjualan Mobil Makin Parah di Mei 2020 Imbas Pandemi

Ilustrasi penjualan mobilStanly/KompasOtomotif Ilustrasi penjualan mobil

Namun capaian tersebut masih terbilang jauh dari perolehan rata-rata anggota Gaikindo sebelum terjadi pandemi virus corona alias Covid-19. Pada Juni 2019, angka yang tercetak di wholesales ialah 59.831 unit sedangkan retail-nya 65.972 unit.

"Belum normal, tapi kita lihat pergerakan ini cukup positif seiring dengan adanya pelonggaran PSBB. Aktivitas pabrik dan diler mulai berjalan," kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi saat dihubungi, Rabu (15/7/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada kesempatan sama, Nangoi juga menyatakan bahwa pihaknya masih optimis untuk bisa mencapai target penjualan mobil tahunan yaitu 600.000 unit sepanjang 2020. Target tersebut merupakan hasil koreksi yang diputuskan asosiasi sebulan setelah kasus Covid-19 kali pertama diumumkan di Indonesia.

Baca juga: Gaikindo Mengaku Sudah Lobi Australia demi Ekspor

(Ki-ka) Wakil Presiden Direktur TAM Suparno Djasmin dan Presiden Direktur TAM Hiroyuki Fukui di pameran nasional besutan Gaikindo di Banten.Agung Kurniawan/Otomania (Ki-ka) Wakil Presiden Direktur TAM Suparno Djasmin dan Presiden Direktur TAM Hiroyuki Fukui di pameran nasional besutan Gaikindo di Banten.

Sebelumnya, Gaikindo menaruh harapan untuk bisa mencapai penjualan sebesar 1,050 juta unit (wholesales) tahun ini. Pasalnya, pasar otomotif punya potensi untuk bertumbuh usai melewati tahun politik pada 2019 lalu.

"Untuk Juli sendiri, kami optimis angkanya masih naik hingga sampai pada Agustus. Setelah itu, kita lihat seberapa besar dampak new normal terhadap industri otomotif," ujar Nangoi lagi.

Berdasarkan data sama, Toyota masih menjadi penguasa pasar dengan capaian penjualan paling tinggi yaitu 3.705 unit secara wholesales dan 11.196 unit untuk retail-nya.

Torehan tersebut secara berurutan diikuti oleh Daihatsu (331 unit wholesales dan 5.558 unit retail), Suzuki (2.755 wholesales dan 4.206 retail), serta Honda (1.267 wholesales dan 2.488 unit retail).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.