Era Mobil Listrik Semakin Dekat, Kemenhub Teken Aturan Uji Tipe

Kompas.com - 15/07/2020, 07:02 WIB
Ilustrasi mobil listrik. The GuardianIlustrasi mobil listrik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) resmi teken aturan terkait uji tipe kendaraan bermotor berbasis listrik ( KBL) di Indonesia. Lahirnya regulasi ini, menandakan era mobil listrik atau kendaraan elektrifikasi semakin dekat di Indonesia.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pengujian Tipe Fisik Kendaraan Bermotor Dengan Teanga Penggerak Menggunakan Motor Listirk.

"Benar, telah diundangkan pada Juni 2020 kemarin. Peraturan teknisnya sedang dibincangkan dengan asosiasi dan kementerian terkait," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/7/2020).

Baca juga: Kemenperin Sosialisasikan Pakai Kendaraan Listrik di Tengah Pandemi

BMW Group Indonesia memperkenalkan prototipe garasi khusus untuk mobil listrik di International Motor Show (IIMS) 2018, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/4/2018). Garasi ini dapat menghasilkan listrik dari sinar matahari dan memiliki panel surya di bagian atapnya.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI BMW Group Indonesia memperkenalkan prototipe garasi khusus untuk mobil listrik di International Motor Show (IIMS) 2018, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/4/2018). Garasi ini dapat menghasilkan listrik dari sinar matahari dan memiliki panel surya di bagian atapnya.

Melalui peraturan tersebut, nantinya setiap kendaraan bermotor listrik yang dipasarkan di Tanah Air harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang berlaku.

Dalam beleid Permenhub ini disebutkan bahwa terdapat beberapa perbedaan tahapan uji tipe pada KBL dengan kendaraan konvensional.

Pada ayat 3, KBL memiliki pengujian tambahan yaitu terkait akumulator listrik seperti pengisian ulang energi listrik, perlindungan sentuh listrik, keselamatan fungsional, dan emisi hidrogen.

Selain itu, pengujian tipe fisik dilakukan terhadap kendaraan bermotor listrik yaitu sepeda motor, mobil penumpang, mobil bus, mobil barang, serta kendaraan khusus.

Baterai Mobil Listrik Nissan Leaf Foto: Wikipedia/H.Kashioka Baterai Mobil Listrik Nissan Leaf

Ketentuan untuk sepeda motor beroda dua dan tiga sendiri ialah berkapasitas silinder mesin tak lebih dari 50 sentimeter kubik atau dengan kecepatan paling tinggi 50 kilometer per jam.

Khusus mobil penumpang, merupakan kendaraan yang di gunakan angkutan orang dengan tempat duduk paling banyak delapan orang termasuk tempat duduk pengemudi, yang beratnya tak lebih dari 3.500 sampai 5.000 kilogram.

Kemudian Kemenhub juga mengatur pengujian terhadap unit kerja akumulator listrik, yang dilakukan di luar unit pelaksanaan uji tipe oleh lembaga pengujian atau laboratorium uji dalam negeri yang terakreditasi komite Akreditasi Nasional.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X