Harga Rp 600 Juta Per Unit, 500 Rantis Maung Pindad Dipesan Prabowo

Kompas.com - 14/07/2020, 12:46 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat menjajal rantis Maung buatan PT Pindad, Minggu (12/7/2020). Twitter @prabowoMenteri Pertahanan Prabowo Subianto saat menjajal rantis Maung buatan PT Pindad, Minggu (12/7/2020).
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Maung 4x4 yang menjadi kendaraan taktis ( rantis) terbaru garapan PT Pindad (Persero) ternyata mendapatkan respons positif. Setidaknya sudah ada 500 unit yang dipesan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, pesanan 500 unit yang dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dilakukan sepanjang tahun 2020. Pengadaannya akan dilakukan secara bertahap.

"Sepanjang tahun ini 500 unit kita akan coba buatkan, diharapkan bisa terpenuhi karena sekarang kita sedang fokus persiapan produksi dan pengadaan komponennya," kata Abraham saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Detail Teknis Pindad Maung 4x4, Mobil Taktis Ringan buat Tempur

Abraham menjelaskan, unit yang sudah sempat diuji coba beberapa hari lalu sebenarnya masih berupa prototipe. Namun, dari segi desain dan konstruksi utama tidak akan ada perubahan dengan versi produksinya.

Prabowo test drive Rantis Maung garapan PindadDok. Pindad Prabowo test drive Rantis Maung garapan Pindad

Penyempurnaan hanya akan dilakukan dari segi teknis serta kelengkapan dasar. Sementara untuk kisaran harga satu unit lengkap dengan spesifikasi militer tersebut sebesar Rp 600 jutaan.

"Harga Rp 600 jutaan, jadi spesifikasinya memang rantis ringan yang kami rancang untuk kebutuhan manuver cepat ketika penyergapan dan lainnya," kata Abraham.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto mencoba secara langsung performa kendaraan taktis 4x4 terbaru PT Pindad (Persero) yaitu "Maung" di Sirkuit Sentul, Bogor pada minggu, 12 Juli 2020. Kedatangan Menteri Pertahanan RI didampingi oleh Irjen Kemhan Letnan Jenderal TNI Ida Bagus Purwalaksana, Kabaranahan Kemhan Mayjen TNI Budi Prijono, Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Rodon Pedrason, dan Asops Kasad Mayjen TNI Surawahadi. Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose beserta jajaran direksi menyambut Menteri Pertahanan dan mempresentasikan kendaraan taktis Maung yang ditujukan untuk pasukan infantri. Kelebihan utama dari Maung adalah mampu menerjang medan-medan sulit dan beroperasi lepas ruas jalan aspal. Meskipun begitu, Maung tetap prima dioperasikan di ruas jalan aspal dan mampu bermanuver dengan baik. Maung memiliki kecepatan aman 120 km/jam, transmisi manual 6 speed dan mampu menjangkau jarak tempuh hingga 800 km. Maung dapat dilengkapi dengan braket senjata 7,62 mm, konsol SS2-V4, perangkat GPS navigasi dan tracker kendaraan serta perlengkapan lainnya. Pengujian Maung merupakan tindak lanjut diskusi antara Menteri Pertahanan RI dengan Direktur Utama PT Pindad (Persero) pada Jumat, 10 Juli 2020 di Sesko TNI, Bandung. Pada diskusi tersebut, Menhan tertarik untuk menguji Maung yang dipamerkan bersamaan dengan Ventilator yang akan diproduksi Pindad. #Pindad #2020 #BUMN #Alutsista #Pertahanan #IndustriPertahanan #BUMNHadirUntukNegeri #tenangdanwaspada #BUMNUntukIndonesia

A post shared by Pindad (@pt_pindad) on Jul 13, 2020 at 4:55am PDT

Baca juga: Prabowo Geber Maung, Mobil Taktis 4x4 Garapan Pindad

Ketika ditanya soal apakah bisa terpenuhi 500 unit dalam waktu beberapa bulan, Abraham hanya mengatakan akan mengusahakan dengan baik. Diharapkan dalam waktu dua bulan ke depan sudah bisa disuplai awal sebanyak 100-an unit.

"Kita upayakan sebaik mungkin ya, karena kondisi masih ada Covid juga. Kita lakukan bertahap, tidak langsung, jadi mungkin satu atau dua bulan pertama 100-an unit, lalu bertambah lagi di bulan berikutnya," ucap Abraham.

Prabowo Geber Maung

Menambah jajaran kendaraan taktis ( Rantis), PT Pindad (Persero) baru saja menyelesaikan produk terbarunya yang hadir dengan genre offroad berpengerak roda 4x4.

Mobil yang diberi nama Maung itu pun menjadi viral setelah Menteri Pertahanan ( Menhan) Prabowo Subianto menjajal langsung perfoma kendaraan tempur ini, di lintasan tanah, area Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/7/2020).

"Pada sore hari ini saya dan tim dari PT Pindad mencoba kendaraan Rantis 4x4 yang kami beri nama Maung," tulis Prabowo dalam akun Instagram miliknya.

Tak hanya itu, Prabowo juga menegaskan bila Kementerian Pertahanan ( Kemhan) akan terus mendukung upaya peningkatan produksi alutsista di dalam negeri.

Pindad Maung 4x4Dok. Pindad Pindad Maung 4x4

Langkah tersebut dilakukan sebagai wujud dukungan program penelitian dan pengembangan, agar nantinya seluruh hasil produksi dalam negeri dapat mandiri secara utuh.

Ketika menghubungi Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose mengatakan, bila pengujian Rantis Maung 4x4 dilakukan langsung oleh Prabowo di lintasan tanah mulai dari yang sifatnya sedang sampai sedikit terjal bebatuan.

"Betul, kemarin bapak sendiri yang nyetir di kawasan Sentul. Jadi di tes pertama di lintasan biasa, lalu kita naik lagi ke jalur tanah yang lebih terjal," kata Abraham saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/7/2020).

Abraham menjelaskan bila kelebihan utama dari Maung adalah diciptakan sebagai Rantis yang ringan dan praktis. Namun demikian, dari segi kehandalan, mobil tersebut ampuh digunakan menjelajah di medan non-aspal atau offroad.

Sementara untuk di lintasan normal atau permukaan aspal, Abraham mengklaim Maung memiliki kemampuan handling dan manuver yang cukup baik. Bahkan mesin turbo diesel yang digunakan juga sanggup digeber hingga 120 kpj.

"Jenisnya kita masukan ke Rantis ringan, pada dasarnya memang tipe militer tapi kami coba ubah konsepnya ke arah civilian type, jadi dua alam lah istilahnya," ucap Abraham.

Dalam pengujian yang dilakukan Prabowo, Abraham menjelaskan bila Pindad juga mendemonstrasikan Maung dalam beberapa aspek pengujian, dari jalan on road, paving, sampai bermain tanah di lintasan berbatu besar, tanjakan curam, jalan berlumpur serta dataran licin hingga sungai dangkal.

Pada medan yang sulit dilalui tersebut, Maung dapat melewati rintangan dan dikemudikan dengan handal. Bahkan, Maung sengaja ditempatkan di jalur berlumpur dengan dominasi air untuk menguji kelincahan dan kehandalan di medan sulit dan licin.

Tidak hanya itu, Maung diklaim mampu bergerak taktis dengan tetap memperhatikan aspek-aspek kenyamanan. Pengujian pada medan datar meliputi beberapa indikator, mulai dari kecepatan, percepatan, manuver putar, manuver angka 8, pengereman, dan aspek keamanan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X