Fokus MotoGP Bukan Penambahan Seri, GP Indonesia Terancam?

Kompas.com - 13/07/2020, 14:18 WIB
Duo Repsol Honda MotoGP BoxRepsol.comDuo Repsol Honda MotoGP
|

JEREZ, KOMPAS.com - CEO Dorna Sport Carmelo Ezepelta mengatakan saat ini lebih penting meningkatkan daya saing di MotoGP ketimbang menambah jumlah seri dalam satu musim.

Seperti diketahui, musim ini MotoGP hanya akan digelar 13 seri dengan delapan sirkuit. Jumlah paling rendah sejak 1995 karena dunia sedang menghadapi pandemi Covid-19.

Situasi ini bisa berdampak global. Dua tahun ke depan atau pada 2022, MotoGP berencana menambah jumlah seri menjadi 22 seri dengan masuknya Indonesia, Brazil dan kemungkinan Portugal.

Baca juga: Alami Lonjakkan Kasus Covid, MotoGP Amerika Serikat Resmi Dibatalkan

Tapi Ezepleta tidak ingin berandai-andai. Dia mengatakan jangan sampai upaya penambahan seri beberapa tahun ke depan justru membahayakan kondisi kompetitif MotoGP saat ini.

CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta saat menyambangi progres pembangunan sirkuit MotoGP di Mandalika, Lombok Tengah, Senin (28/10/2019)KOMPAS.COM/IDHAM KHALID CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta saat menyambangi progres pembangunan sirkuit MotoGP di Mandalika, Lombok Tengah, Senin (28/10/2019)

"Situasi dunia dari tahun depan tidak akan sama dengan yang kita miliki. Saya tidak dalam posisi untuk mengatakan bahwa musim 2022 merupakan yang kami rencanakan sebelum corona," katanya kepada Motosport.com, dikutip Senin (13/7/2020).

“Kami memiliki kontrak rotasi, beberapa dari mereka menandatangani dan yang lainnya setuju. Tapi saya bahkan tidak tahu apakah kita bisa mempertahankan 22 seri. Kami harus beradaptasi dengan keadaan seperti yang kami lakukan tahun ini," katanya.

Ezpeleta mengatakan jumlah 22 seri bisa dilakukan juga tergantung dari kondisi dunia saat itu dan apakah vaksin Covid-19 sudah tersedia.

Baca juga: Begini Cara Mekanik Merakit Motor Balap MotoGP, Ternyata Enggak Susah

Daftar pebalap MotoGP 2020Twitter @MotoGP Daftar pebalap MotoGP 2020

“Itu juga akan tergantung pada apakah vaksin corona ditemukan. Jika tidak ada saat itu, kita masih harus menahan lebih sedikit balapan dan memutar (merotasi) di antara mereka semua," katanya.

“Kami tidak akan menyangkal apa pun. Yang saya jelaskan adalah bahwa kita tidak dapat melakukan tanpa hal terbaik yang kita miliki, yaitu tingkat daya saing yang terlihat di trek," katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X