Kaca Spion Elektrik Memang Nyaman, tetapi Ada Kelemahan

Kompas.com - 13/07/2020, 11:42 WIB
Samar Almogren terlihat di kaca spion mobilnya saat berkendara melalui jalanan Kota Riyadh, Minggu (24/6/2018). Momen bersejarah tercipta setelah otoritas Saudi pada 24 Juni waktu setempat resmi mencabut larangan bagi perempuan untuk mengemudi sebagai bagian dari program Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman memodernisasi beragam aspek dalam masyarakat Saudi. AFP PHOTO/FAYEZ NURELDINESamar Almogren terlihat di kaca spion mobilnya saat berkendara melalui jalanan Kota Riyadh, Minggu (24/6/2018). Momen bersejarah tercipta setelah otoritas Saudi pada 24 Juni waktu setempat resmi mencabut larangan bagi perempuan untuk mengemudi sebagai bagian dari program Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman memodernisasi beragam aspek dalam masyarakat Saudi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu komponen penting yang mendukung keselamatan berkendara adalah kaca spion. Dengan spion, visibilitas pengemudi dapat terbantu untuk melihat bagian belakang ataupun samping kanan kiri mobil.

Mengingat fungsinya yang vital, spion pasti sering digunakan dan berpotensi rusak waktu-waktu. Posisinya yang berada di bagian terluar mobil juga menjadi sebab spion kerap bermasalah.

Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong, Deni Adrian, mengatakan, kerusakan spion paling umum adalah rusaknya bagian motor elektrik yang berfungsi melipat spion secara otomatis.

Baca juga: Ban Tubeless Kena Paku, Jangan Langsung Dicabut

Kaca spion mobil berjamurSetyo Adi/Otomania Kaca spion mobil berjamur

“Bisanya karena kita lupa atau malas melipat spion saat parkir, kadang suka dilipat secara manual oleh tukang parkir atau tersenggol kendaraan lain. Maka dari itu, lebih baik kita lipat sendiri dari dalam,” ujar Deni saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Bahaya Pasang Alat Penghemat Bahan Bakar pada Mobil

Menurut Deni, Spion otomatis yang terkenda benturan atau sering dilipat secara paksa dapat menyebabkan bagian gir mekanismenya patah, sehingga fungsi autoretracable-nya rusak.

“Jika sudah begini, harus diganti motor elektriknya, sekalian juga ganti kacanya jika pecah,” katanya.

Di samping karena benturan, rusaknya motor elektrik pada kaca spion juga bisa terjadi karena air yang masuk lewat sela-sela kecil.

“Air tersebut tidak bisa keluar secara maksimal, akhirnya menyebabkan karat yang akan membuat motor elektrik berkurang kinerjanya,” ucap Deni.

Sementara itu, jika bagian cover spion baret akibat gesekan dengan kendaraan lain, menurut dia, bisa dihilangkan dengan kompon atau cairan scratch remover.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X