Tips Berkendara Aman di Belakang Mobil

Kompas.com - 04/07/2020, 14:14 WIB
Separuh bahu Jl Pembangunan di Kabupaten Nunukan  yang berlobang karena gorong gorong yang mulai rusak. Meski sudah sebulan lebih kerusakan tersebut belum mendapat respondari pemerintah daerah membuat warga menami dengan pohon kelapa. KOMPAS.com/SUKOCOSeparuh bahu Jl Pembangunan di Kabupaten Nunukan yang berlobang karena gorong gorong yang mulai rusak. Meski sudah sebulan lebih kerusakan tersebut belum mendapat respondari pemerintah daerah membuat warga menami dengan pohon kelapa.

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengendarai sepeda motor di jalan raya tentunya akan bertemu dengan pengguna jalan lain. Kadang ada di posisi ketika pengendara berjalan di belakang mobil atau membuntuti.

Terkadang jika pada posisi seperti ini, pengendara motor bisa tidak tahu kondisi jalan di depannya.

Sering kali ketika mobil berhasil melewati lubang, pengendara motor malah masuk ke lubang tersebut dan jadi oleng. Agar berkendara bisa lebih nyaman, bagaimana tips berkendara di belakang mobil?

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani akan memberikan tips bagaimana pengendara motor harus bersikap ketika berada di belakang mobil.

Baca juga: Cek Harga Skutik Murah Juli 2020, Sebelum Beli

ilustrasi motor dibelakang mobilKompas.com/Fathan Radityasani ilustrasi motor dibelakang mobil

“Berkendaralah di bagian yang dapat terlihat oleh pengemudi, baik langsung maupun lewat spion. Hal ini perlu dilakukan agar pengemudi mobil melihat posisi pengendara motor,” ucap Agus kepada Kompas.com, Sabtu (4/7/2020).

Kemudian, jangan terlalu dekat di belakang mobil jika jalan yang dilalui rusak. Usahakan selalu jaga jarak agar bisa mengerem atau menghindar jika sewaktu-waktu ada bahaya di depan.

“Jika ingin menyalip mobil tersebut, berikan tanda dengan gunakan klakson, lampu sein dan lampu dim. Hal ini perlu dilakukan agar pengemudi memberikan ruang untuk mendahului,” kata Agus.

Baca juga: Benelli Imperiale 400 Mengaspal Tahun Ini, Harga Rp 79 Juta

Namun jika terpaksa tetap berada di belakang kendaraan karena jalan yang sempit, bisa posisikan motor segaris dengan ban mobil, bisa bagian kanan atau kiri. Jadi jika mobil ingin mengolongi lubang, motor bisa terhindar dari bahaya tersebut.

“Jadikan mobil sebagai pendeteksi bahaya di depan. Jika ada lubang, pasti dia akan menghindar. Pengendara motor bisa mengikuti salah satu bagian ban dari mobil tersebut agar terhindar juga dari lubang,” ucap Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting, kepada Kompas.com.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X