Penjualan Kendaraan Niaga Lebih Mudah Ngebut saat Pandemi

Kompas.com - 29/06/2020, 07:22 WIB
Kemenhub berupaya memastikan angkutan logistik tidak boleh stop beroperasi, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. KemenhubKemenhub berupaya memastikan angkutan logistik tidak boleh stop beroperasi, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memprediksi penjualan kendaraan niaga tahun ini akan lebih rendah ketimbang tahun 2019. Tapi, penurunan penjualan yang terjadi selama kuartal kedua tahun ini, bisa tiba-tiba ngebut di tengah pandemi.

Penurunan hampir terjadi di semua segmen, mulai dari light truck, medium truck, dan pikap medium.

Apalagi selama Januari-Mei 2020, penjualan Isuzu hanya meraih 6.792 unit, lebih rendah ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 9.416 unit.

Attias Asril, General Manager Marketing Division PT IAMI, mengatakan, penjualan kendaraan niaga tahun ini akan minus meskipun ada prediksi pasar bisa pulih pada kuartal ketiga 2020.

Baca juga: Mana Lebih Baik, Ganti Oli Berdasarkan Jarak atau Waktu?

Isuzu Traga.ISTIMEWA Isuzu Traga.

Meskipun menurun, Isuzu masih mendapat catatan positif selama pandemi. Salah satunya raihan pangsa pasar yang meningkat meski penjualan turun.

“Isuzu Elf sendiri secara market share naik tumbuh 1,5 persen, kemudian medium truck naik 3,6 persen,” ucap Attias, dalam diskusi virtual (26/6/2020).

“Lalu di segmen pikap ini secara market share ada kenaikan cukup besar di Traga, sampai 24,8 persen, itupun dengan volume yang juga turun,” katanya.

Baca juga: Situs Jual Beli Online Banjir Xmax Bekas

Personel Polres Cianjur, Jawa Barat, melakukan pengawalan kendaraan angkutan sembako yang akan keluar Cianjur untuk mencegah aksi bajing loncat.Dok: Polres Cianjur Personel Polres Cianjur, Jawa Barat, melakukan pengawalan kendaraan angkutan sembako yang akan keluar Cianjur untuk mencegah aksi bajing loncat.

Attias juga mengatakan, saat pandemi pebisnis biasanya akan menunda pembelian unit baru. Sebab kendaraan niaga biasanya akan digunakan lebih lama untuk mempertimbangkan efisiensi.

Namun, dengan berkembangnya beberapa sektor industri saat new normal, seperti layanan kargo, logistik, distribusi barang maupun pangan, penjualan kendaraan niaga bisa ikut terpicu.

“Pebisnis yang menunda (pembelian) selalu terjadi di bisnis komersial. Tetapi begitu pergerakan bisnis mulai ada, itu juga dengan cepat kebutuhan kendaran komersial meningkat,” ujar Attias.

“Jadi kalau dibikin grafik di kendaraan komersial, itu fluktuasi cukup tajam turun naiknya. Berbeda dengan passenger car yang andaikan turun, dia relatif lebih pelan. Ekonomi membaik, naiknya juga pelan-pelan,” tuturnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X