Ini Alasan Motor Wajib Nyalakan Lampu Sepanjang Hari

Kompas.com - 29/06/2020, 07:12 WIB
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pada pekan pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan hari pertama dimulainya kembali aktivitas perkantoran, arus lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan. ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pada pekan pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan hari pertama dimulainya kembali aktivitas perkantoran, arus lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya mengugat aturan sepeda motor menyalakan lampu di siang hari, akhirnya di tolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Tak hanya itu, bahkan frasa siang hari pun diusulkan diganti menjadi sepanjang hari.

Lantas, apa alasan dan pertimbangan utama motor harus menyalakan lampu sepanjang hari, padahal ada banyak kendaraan yang menggunakan jalan raya. Bahkan sampai dimasukan ke Undang Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009.

Menjawab hal ini, Hakim Konstitusi Suhartoyo yang melakukan penolakkan uji materi, mengatakan fungsi motor menyalakan lampu untuk mengantisipasi risiko kecelakaan di jalan raya, dalam kata lain karena untuk faktor keselamatan.

Baca juga: Mana Lebih Baik, Ganti Oli Berdasarkan Jarak atau Waktu?

"Ukuran dan bentuk motor yang relatif kecil serta mudah melakukan akselerasi di jalan juga membuat pengendara lain tak bisa mengantisipasi keberadaannya, baik yang ada di belakan maupun di depan," kata Suhartoyo, Kamis (25/6/2020) lalu.

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pada pekan pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan hari pertama dimulainya kembali aktivitas perkantoran, arus lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan. ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj. Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pada pekan pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan hari pertama dimulainya kembali aktivitas perkantoran, arus lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.

Melalui sinar yang dipancarkan dari lampu utama motor pada siang hari, menurut Suhartoyo, pengendara lain di depan motor tersebut akan dengan mudah mengenali dan dapat mengantisipasi keberadaan motor tersebut, baik yang sedang atau akan melintas.

Kondisi ini juga menjadi upaya menekan risiko, mengingat setiap tahun jumlah pengendara motor makin meningkat dan beriringan dengan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan motor pun makin tinggi. Bahkan tak hanya di Indonesia saja, tapi negara-negara lainnya.

"Sinar lampu utama dari sepeda motor akan dipantulkan dari kaca spion kendaraan yang berada di depannya, sehingga kendaraan bisa mengantisipasi adanya motor yang di belakangnya serta dalam batas penalaran yang wajar," kata Suhartoyo.

Baca juga: Penasaran Apakah Oli Mesin Bisa Basi, Ini Jawabannya

Jauh sebelumnya, Jusri Pulubuhu, pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), juga mengatakan hal senada. Namun dia menjelaskan baiknya penerapan lampu di siang hari tak hanya untuk motor saja, tapi juga setiap kendaraan lain yang menggunakan jalan raya.

Lampu motor Foto: Istimewa Lampu motor

Pasalnya, bicara masalah keselamatan harus sama-sama diantisipasi oleh seluruh jenis moda transportasi darat lainnya. Apalagi lampu utama juga salah satu fitur komunikasi pada kendaraan, jadi harusnya tidak ada perbedaan dari segi dimensi dan lainnya.

"Ini masalah klasik yang dulu pernah kita bahas. Memang pada dasarnya, bila kebijakan menyangkut soal keselamatan, apalagi mengingat ini di jalan raya tidak tebang pilih. Baik itu motor, mobil, angkutan umum, sampai truk harusnya wajib menyalakan lampu," kata Jusri kepada Kompas.com, Jumat (26/6/2020).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.