Wajib Nyalakan Lampu Siang Hari Harusnya Bukan Hanya Motor

Kompas.com - 28/06/2020, 11:01 WIB
Penampakan arus lalu lintas di Puncak Pass Bogor sampai Masjid AttaAwun mengalami kemacetan sekitsr pukul 13.42 WIB, Minggu (21/6/2020) KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANPenampakan arus lalu lintas di Puncak Pass Bogor sampai Masjid AttaAwun mengalami kemacetan sekitsr pukul 13.42 WIB, Minggu (21/6/2020)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Di Indonesia sepeda motor wajib menyalakan lampu utama di siang hari guna mengurangi jumlah kecelakaan. Tapi peraturan yang sama tidak berlaku untuk mobil, bus dan truk.

Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Palubuhu, mengatakan, jika azas yang dipakai ialah keselamatan, maka sebetulnya kurang tepat jika kewajiban itu hanya untuk pengendara motor.

"Keselamatan berkendara khusus untuk motor dengan menyalakan lampu itu kurang tepat. Para pembuat kebijakan, mestinya semua kendaraan bermotor di jalan raya harus menghidupkan lampu," kata Jusri kepada Kompas.com, Jumat (26/6/2020).

Baca juga: Wahai Pengemudi Mobil, Lampu Hazard Enggak Perlu Nyala Saat Hujan

Pengguna sepeda motor di Jakarta.Agus Susanto-Dok Kompas.com Pengguna sepeda motor di Jakarta.

Menurut Jusri, bila berkaca dari negara tetangga seperti Brunai Darusallam atau Singapura, apalagi negara di Eropa, semua kendaraan wajib hukumnya menyalakan lampu utama sepanjang hari.

"Itu yang saya imbau kepada para pembuat kebijakan, kalau alasannya keselamatan dengan pengertian dan lampu adalah alat komunikasi, maka semua pengendara seharusnya tidak ada pengecualian," katanya.

Memang kata Jusri, faktanya pemotor paling rentan kecelakaan dengan risiko meninggal yang lebih tinggi. Tapi bukan itu intinya, sebab konteks yang dibangun ialah soal keselamatan di jalan raya.

"Dulu mengacu pada UU LLAJ 14 tahun 1992 itu sudah ada mengenai penggunaan sabuk pengaman dan helm, bersama. Tapi sabuk pengaman baru digunakan belakangan setelah helm. Padahal kalau keselamatan sama," kata Jusri.

Suasana penangkapan seorang pria terduga terkait ISIS di Jalan Raya Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (5/6/2020) sore.istimewa Suasana penangkapan seorang pria terduga terkait ISIS di Jalan Raya Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (5/6/2020) sore.

Jusri mengatakan, mengapa menghidupkan lampu penting di dunia safety driving dan safety riding, sebab lampu sebagai alat komunikasi kendaraan dua arah lebih efektif ketimbang klakson.

Baca juga: Catat Kelebihan dan Kekurangan Lampu Depan Bercahaya Putih

" Lampu itu adalah alat komunikasi di kendaraan yang paling efektif dan komunikatif dibandingkan alat komunikasi yang lainnya, karena cahanya sangat cepat (kecepatan rambat cahaya)," kata Jusri.

"Sinar lampu ketika dimainkan, maka sinar itu kan cepat, bahkan orang bisa langsung melihat dari kondisi jauh, begitu ada sinar lampu jauh itu sudah terdeteksi ketimbang kita hanya main klakson," ucapnya.

Di Indonesia, aturan pemotor harus menghidupkan lampu di siang hari termaktub dalam Pasal 107 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X