Toyota Optimistis Penjualan Mobil Juni 2020 Beranjak Naik

Kompas.com - 18/06/2020, 08:02 WIB
Logo Toyota yang terpasang di bagian depan salah satu produknya. Stanly/KompasOtomotifLogo Toyota yang terpasang di bagian depan salah satu produknya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Toyota Indonesia memproyeksikan pasar otomotif nasional pada Juni 2020 mengalami pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan April dan Mei lalu.

Prediksi optimistis tersebut sejalan dengan pelonggaran aktivitas masyarakat di tengah pandemi jelang fase adaptasi kebiasaan baru alias  new normal, khusus pada kegiatan industri dan bisnis.

"Kalau kita lihat pada 10 hari pertama bulan ini, pasar dan industri otomotif membaik, ada pertumbuhan permintaan seiring pelonggaran PSBB. Diler dan pabrik mulai beroperasi," kata Vice President PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto dalam diskusi terbatas, Rabu (17/6/2020).

Baca juga: Daftar 10 Mobil Terlaris di Mei 2020, Avanza Terlempar Jauh, XL7 Masuk Tiga Besar

Pada tahun pertamanya, Toyota Avanza berhasil terjual 43 ribu unit.TAM Pada tahun pertamanya, Toyota Avanza berhasil terjual 43 ribu unit.

"Meski begitu, keadaannya begitu dinamis terutama yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi. Sebab, pandemi ini dampaknya begitu luas, jadi tetap harus kita pantau dan diskusikan," lanjutnya.

Sejak Indonesia terpapar wabah virus corona alias Covid-19 di pertengahan Maret 2020, kata Henry, pasar otomotif masih bisa bergerak normal karena kegiatan produksi dan bisnis tetap berjalan.

Namun memasuki periode April 2020, penjualan (retail) Toyota mulai mengalami kontraksi hingga 52 persen dari bulan sebelumnya menjadi 8.443 unit.

"Pada kondisi ini, leasing sudah mulai berdampak sehingga mengeluarkan berbagai kebijakan seperti pengetatan down payment (DP) serta semakin selektif memilih konsumen untuk pemberian kredit," kata Henry.

Baca juga: Penjualan Mobil Makin Parah di Mei 2020 Imbas Pandemi

Pabrik TMMIN I di Karawang, Jawa Barat, yang memproduksi Toyota Fortuner dan Innova.TMMIN Pabrik TMMIN I di Karawang, Jawa Barat, yang memproduksi Toyota Fortuner dan Innova.

"Belum lagi daya beli masyarakat yang melemah karena adanya pergeseran prioritas belanja," ujarnya lagi.

Jelang memasuki periode Mei 2020, sejumlah wilayah mulai memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus corona. Sehingga, pabrik dan diler terpaksa ditutup sementara sebulan penuh.

"Kini, dengan adanya PSBB transisi, pabrik dan beberapa diler sudah mulai beroperasi meski belum secara penuh. Maka, realisasi retail sales di Juni prediksi kita bisa di atas Mei, bahkan bisa sama atau lebih tinggi daripada April," kata Marketing Director TAM Anton Jimmy Suwandi.

Baca juga: Daftar Mobil Bekas Hatchback dan City Car, Mulai Rp 70 Jutaan

Ilustrasi penjualan ToyotaStanly/Otomania Ilustrasi penjualan Toyota

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo), total penjualan ritel pada Mei 2020 mencapai 17.803 unit, turun 54 persen dibanding bulan sebelumnya yaitu 24.273 unit.

Dari jumlah tersebut, Toyota menyumbang penjualan sebanyak 6.727 unit dengan pengusaan pasar sekitar 39,4 persen. Capaian ini turun 20 persen dari April 2020 yang berhasil mencatatkan angka penjualan di 8.443 unit.

Sementara untuk penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) di Mei 2020 hanya tercatat sebanyak 695 unit, turun 66 persen secara month to month.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X