Mantan Kepala Mekanik Rossi Disebut Tak Berguna

Kompas.com - 03/06/2020, 12:02 WIB
Pebalap Movistar Yamaha asal Italia, Valentino Rossi (kanan), berdiskusi dengan Silvano Galbusera pada sesi kualifikasi GP Catalunya, Sabtu (14/6/2014). MOTOGP.COMPebalap Movistar Yamaha asal Italia, Valentino Rossi (kanan), berdiskusi dengan Silvano Galbusera pada sesi kualifikasi GP Catalunya, Sabtu (14/6/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Demi bisa tampil kompetitif, Valentino Rossi rela melakukan perubahan besar dengan mengganti kepala mekaniknya yang sudah menemaninya selama 13 tahun. Sayangnya, perubahan tersebut tidak membuahkan hasil yang berarti.

Jeremy Burgess, mantan kepala mekanik Rossi, digantikan oleh Silvano Galbusera untuk musim 2014 hingga 2019. Selama enam tahun, Galbusera tidak bisa membuat Rossi lebih kompetitif. Performa terbaiknya hanya di 2015, saat Rossi menjadi runner up.

Baca juga: Rossi Sebut Performa M1 Musim ini Lebih Baik

Untuk musim 2020, Galbusera yang sebelumnya menjadi kepala mekanik Yamaha di ajang World Superbike, digantikan posisinya oleh David Munoz. Sementara Galbusera, akan bertugas bersama tim pengetesan untuk mengembangkan M1.

David Munoz, kepala mekanik Valentino Rossi mulai musim 2020Speedweek.com David Munoz, kepala mekanik Valentino Rossi mulai musim 2020

Menurut Chad Reed, pebalap motocross dan supercross, yang juga teman baik Rossi, salah satu penyebab pebalap Italia tersebut melewati dua musim tanpa kemenangan adalah kepala mekaniknya.

"Bagi saya pribadi, mantan kepala mekaniknya tidak berguna. Saya senang melihat dia melakukan perubahan," ujar Reed, dikutip dari Speedweek.com.

Baca juga: Vinales Sebut Rossi Belum Habis, Masih Bisa Lawan Pebalap Muda

Reed menambahkan, dirinya tidak pernah bisa memahami apa yang Galbusera lakukan. Menurutnya, Galbusera tidak pernah berada di level yang sama dengan Rosssi dan hasilnya telah terbukti.

Tahun ini, giliran Munoz yang akan menjadi kepala mekanik Rossi. Munoz tergolong cukup muda dan belum pernah memiliki pengalaman di kelas MotoGP. Munoz sendiri diambil dari tim Sky VR46 di Moto2, yang berhasil membuat Francesco Bagnaia meraih gelar juara dunia di tahun 2018.



Sumber Speedweek
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X