Total 82.000 Kendaraan Pemudik Dipaksa Putar Balik

Kompas.com - 29/05/2020, 07:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Sepanjang 32 hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 yang dilakukan sejak 24 April hingga 25 Mei 2020, polisi sudah memutar balik sekitar 82.604 kendaraan selama diberlakukannya larangan mudik.

Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana mengatakan, besarnya angka yang berhasil dicapai bukan sebuah hal yang perlu dibanggakan.

Menurutnya akan lebih penting jika masyarakat bisa lebih sadar untuk mematuhi aturan larangan mudik, maupun larangan kembali ke Jakarta untuk sementara waktu.

Baca juga: Tentrem Produksi Bus Tanpa Bando Alias Single Glass

Petugas melakukan pemeriksaan pada H-1 Lebaran di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). Larangan diberlakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Petugas melakukan pemeriksaan pada H-1 Lebaran di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). Larangan diberlakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.

“Kalau ada angka besar yang diputar balik, itu bukan isu yang patut dibanggakan. Isunya yang paling penting adalah bagaimana orang sadar bersama-sama mengatasi dan menyelesaikan (pandemi Covid-19) ini,” ujar Chrysnanda, dalam diskusi virtual (27/5/2020).

Ia juga mengatakan, saat awal pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 pada 24-30 April 2020, ada sekitar 18.654 kendaraan yang diputar balik.

Angka tersebut lalu menurun menjadi 15.416 kendaraan pada 1-7 Mei 2020. Kemudian terus berkurang sampai hari ke-32 atau pada 25 Mei 2020, yang hanya mencatat 4.149 kendaraan.

“Sampai saat ini ada penyekatan, penjagaan dan memutarbalikkan, di sini kita melihat bahwa persentase ini sangat menurun,” ucap Chrysnanda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.