Ada Pandemi, Total Arus Mudik Lebaran 2020 Tercatat 465.582 Unit

Kompas.com - 29/05/2020, 07:02 WIB
Sejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta - Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat kenaikan volume arus kendaraan keluar dari Jakarta melalui Pintu Tol Cikampek Utama sebanyak 7.044 kendaraan atau 27 persen jelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik mulai Jumat 24 April pukul 00.01 WIB. ANTARA FOTO/MUHAMAD IBNU CHAZARSejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta - Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat kenaikan volume arus kendaraan keluar dari Jakarta melalui Pintu Tol Cikampek Utama sebanyak 7.044 kendaraan atau 27 persen jelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik mulai Jumat 24 April pukul 00.01 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat volume lalu lintas (lalin) kendaraan bermotor di jalan tol pada periode Lebaran 2020 berkurang 62 persen dari tahun sebelumnya. Meskipun ada imbauan sampai larangan mudik, jumlah kendaraan yang keluar dari Ibu Kota tercatat masih relatif tinggi.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso menjelaskan, data tersebut diperoleh berdasarkan hasil penjumlahan kendaraan yang melintas keluar wilayah Jabodetabek selama H-7 sampai H+1 hari raya Idul Fitri 1441 H.

"Volume lalu lintas dari periode lebaran 17-23 Mei menurun 62 persen dari Lebaran tahun lalu atau dari 1,21 juta unit jadi 465.582 unit. Sementara yang masuk ke Jabodetabek (H+1) juga turun signifikan, sekitar 68 persen," katanya dalam diskusi virtual, Rabu (27/5/2020).

Baca juga: Tanpa SIKM, Pemudik Bisa Masuk Jakarta Setelah 7 Juni 2020

Sejumlah kendaraan melaju di  tol Jakarta - Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat kenaikan volume arus kendaraan keluar dari Jakarta melalui Pintu Tol Cikampek Utama sebanyak 7.044 kendaraan atau 27 persen jelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik mulai Jumat 24 April pukul 00.01 WIB.ANTARA FOTO/MUHAMAD IBNU CHAZAR Sejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta - Cikampek menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat kenaikan volume arus kendaraan keluar dari Jakarta melalui Pintu Tol Cikampek Utama sebanyak 7.044 kendaraan atau 27 persen jelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik mulai Jumat 24 April pukul 00.01 WIB.

Capaian ini berbanding lurus dengan imbauan pemerintah yang melarang kegiatan mudik tahun ini guna mengurangi potensi penyebaran virus corona alias Covid-19 dan penjagaan ketat oleh Kepolisian Republik Indonesia di pos pengawasan.

Pada kesempatan sama, Heru juga menyebut bahwa di hari pertama libur Lebaran tahun 2019, kendaraan yang keluar dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sekitar 197.000 unit.

Sementara pada H+1 Lebaran tahun ini, kendaraan yang keluar wilayah Jabodetabek tercatat hanya sekitar 37.000, atau anjlok 81 persen.

Baca juga: Ribuan Kendaraan Diputar Balik karena Tak Punya SIKM

Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI Petugas kepolisian mengarahkan kendaraan pribadi yang melintas di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar melalui pintu tol Cikarang Barat 3, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Pengalihan tersebut sebagai upaya penyekatan gelombang pemudik jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

Adapun total trafik pada H+1 dan H+2 Lebaran atau 25-26 Mei 2020 sebanyak 111.022 kendaraan. Volume lalin yang menuju Jakarta turun 66 persen, dibandingkan dengan lalin periode yang sama tahun sebelumnya.

"Hari ini rekapitulasinya ada penurunan 66 persen dari tahun lalu yakni dari 326.000 kendaraan menjadi sekitar 111.000 kendaraan," ujar Heru lagi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X