Mulai H-7 Lebaran, Pengecekan Kendaraan Pemudik Bakal Diperketat

Kompas.com - 05/05/2020, 12:01 WIB
Penyekatan di pintu exit tol Ngawi. Selama 8 hari penyelatan .700 kendaraan dipaksa putar balik di pintu exit tol Ngawi. KOMPAS.COM/SUKOCOPenyekatan di pintu exit tol Ngawi. Selama 8 hari penyelatan .700 kendaraan dipaksa putar balik di pintu exit tol Ngawi.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyekatan kendaraan pos pam Covid-19, di seluruh wilayah akan diperketat menjelang Lebaran atau H-7 mendatang.

Hal ini untuk mengantisipasi adanya lonjakan jumlah kendaraan pemudik yang akan melintas saat mendekati hari Lebaran Idul Fitri.

Prediksi terjadinya kenaikan jumlah kendaraan menjelang hari raya Idul Fitri dimungkinkan terjadi, sehingga langkah antisipasi sudah dilakukan guna mencegah adanya pemudik yang nekat melintas.

Baca juga: Marak Penyelundupan Pemudik, Pemeriksaan Kendaraan Barang Diperketat

Dilansir dari NTMC Polri, Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengatakan, penguatan pos pengamanan akan diperkuat dan dijaga selama 24 jam.

“Kemungkinan ya, H-7 (lonjakan pemudik), kita antisipasi untuk itu. Penguatan di pos-pos, tentunya perkuatan tetap apa yang sedang sekarang ini. Kita all out 24 jam,” kata Istiono, Senin (4/5/2020).

Polisi menghalau mobil bus yang membawa penumpang di jalan tol Jakarta-Cikampek untuk keluar ke Gerbang tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan 24 April 2020 pukul 00.00 WIB. Polda Metro Jaya melarang kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang keluar dari wilayah Jabodetabek. Pemeriksaan dan penyekatan kendaraan tersebut akan dilakukan di 18 titik pos pengamanan terpadu dan pos-pos check point di jalur tikus dan perbatasan.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Polisi menghalau mobil bus yang membawa penumpang di jalan tol Jakarta-Cikampek untuk keluar ke Gerbang tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan 24 April 2020 pukul 00.00 WIB. Polda Metro Jaya melarang kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang keluar dari wilayah Jabodetabek. Pemeriksaan dan penyekatan kendaraan tersebut akan dilakukan di 18 titik pos pengamanan terpadu dan pos-pos check point di jalur tikus dan perbatasan.

Hingga saat ini, jumlah kendaraan yang sudah diminta putar balik sangat tinggi, yakni mencapai 23.000 kendaraan.

Jumlah ini berdasarkan data penyekatan yang dilakukan di berbagai wilayah mulai dari Lampung hingga Jawa Timur (Jatim).

“Secara keseluruhan jumlah kendaraan yang sudah diminta putar balik mencapai 23. 000 kendaraan,” ujarnya.

Untuk penyekatan kendaraan selama larangan mudik 2020 ini, melibatkan sebanyak 171.000 personel gabungan dari TNI-Polri dan instansi.

Baca juga: Catat, Ini Mekanisme Penghapusan Denda Pajak Kendaraan di Yogyakarta

Operasi Ketupat yang akan berjalan hingga 31 Mei atau H+7 Lebaran ini bertujuan mengawal warga tidak mudik lebaran selama masa pandemi Covid-19.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X