Omzet Angkutan Umum Runtuh Sampai 100 Persen

Kompas.com - 09/04/2020, 08:22 WIB
Kondisi tepi jalan raya yang mengarah ke Pondok Labu dan Cinere dekat Stasiun MRT Lebak Bulus, dipenuhi oleh angkot yang mengetem. KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANKondisi tepi jalan raya yang mengarah ke Pondok Labu dan Cinere dekat Stasiun MRT Lebak Bulus, dipenuhi oleh angkot yang mengetem.

JAKARTA, KOMPAS.com – Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) dimulai Jumat (10/4/2020). PSBB Jakarta dilakukan dalam rangka percepatan penanganan virus corona atau covid-19.

PSBB ini tentunya juga memengaruhi pada sektor transportasi umum. Walaupun tetap boleh beroperasi dengan melakukan physical distancing, pendapatan dari industri angkutan umum di DKI Jakarta sudah menurun.

Seperti yang dikatakan Shafruhan, Ketua Organisasi Angkutan Darat ( Organda) DKI Jakarta. Sebelum PSBB diberlakukan, pendapatan dari industri angkutan umum sudah menurun.

Baca juga: Efek Buruk Gara-gara RX-King Terjual Rp 150 Juta

pangkalan angkot jaklingkoFathan pangkalan angkot jaklingko

“Saat ini (sebelum PSBB) sektor industri angkutan umum sudah mengalami penurunan omzet 75 persen sampai 100 persen. Semua moda angkutan umum sudah tidak mampu lagi mempertahankan kelangsungan dari usahanya,” ucap Shafruhan dalam siaran resmi.

Jika hal ini terus terjadi, tenaga kerja di sektor industri transportasi terancam dirumahkan dan tidak bekerja, atau paling parah terancam PHK.

Baca juga: PSBB Jakarta, Belum Ada Pembatasan Akses Keluar-Masuk Ibu Kota

Oleh karena itu, Organda memohon kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta kiranya memberi insentif untuk mempertahankan kelangsungan hidup usaha angkutan umum. Bantuan yang diminta dari Organda DKI Jakarta kepada gubernur yaitu:

1. membebaskan biaya BBN-KB dan pajak kendaraan bermotor (PKB) baik pokok maupun tunggakan
2. Membebaskan semua retribusi daerah yang dikenakan untuk angkutan umum
3. Operator angkutan yang sudah berkontrak dengan Transjakarta agar tetap dibayar penuh baik operatornya maupun pengemudinya (sesuai kontrak)
4. Memberikan bantuan dana (BLT) kepada pekerja (pengemudi/awak kendaraan, mekanik, dan staf) sebagai jaring pengaman sosial.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X