Kompas.com - 08/04/2020, 15:45 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.comRem merupakan komponen penting yang berguna untuk menghentikan laju mobil.

Pakem atau tidaknya rem amat bergantung dari ketebalan kampas rem, oleh sebab itu pemilik mobil harus tahu bagaimana mendeteksi keausan kampas rem.

Deni Adrian, Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong, mengatakan, untuk mendeteksi keausan kampas rem bisa dilakukan dengan cara merasakan, mendengar, dan melihat beberapa hal.

“Pertama adalah tingkat kedalaman injakan pedal rem, semakin dalam rem diinjak maka semakin besar potensi keausan pada kampas rem,” ujar Deni kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Mana yang Benar, Turun Kaki Kiri atau Kaki Kanan saat Motor Berhenti?

Dampak buruk telat mengganti kampas remnovajourney.wordpress.com Dampak buruk telat mengganti kampas rem

Untuk mendeteksi hal ini, Anda harus tahu dulu tingkat injakan rem sebelumnya. Bandingkan dengan saat injakan rem masih terasa normal untuk menghentikan laju mobil.

“Rasakan juga getaran yang muncul saat pedal rem diinjak, kampas yang habis sering kali permukaannya tidak rata lagi, hal ini menimbulkan vibrasi akibat bidang yang bersentuhan tidak rata,” kata Deni.

Saat kampas rem mulai habis, Anda biasanya juga akan mendengar bunyi derit yang timbul dari gesekan logam. Hal ini bisa jadi pertanda telah habisnya kemampuan gigit kampas rem.

Baca juga: Aktivitas Pabrik Tak Dilarang, tetapi Wajib Terapkan Protokol Ini

Ilustrasi injakan pedal gas yang pengaruhi besaran angka rpm pada takometer.FMMOTORPARTS.com Ilustrasi injakan pedal gas yang pengaruhi besaran angka rpm pada takometer.

“Bunyi derit itu akibat gesekan bagian logam kampas rem dan piringan cakram, kalau dibiarkan tidak hanya berbahaya bagi keselamatan, tapi juga dapat merusak cakram,” ucap Deni.

Selain melakukan hal tadi, Anda juga bisa mengecek langsung kampas rem dengan membuka roda dan mengintip ketebalannya.

“Bisa juga dengan melihat volume minyak rem di tabung reservoir, kalau minyak rem berkurang, tandanya kampas rem mulai menipis,” ujar Deni.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.