Dampak WFH, Penyakit Ini Kerap Muncul pada Mobil yang Jarang Dipakai

Kompas.com - 08/04/2020, 15:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Virus corona atau covid-19 yang makin marak penyebarannya di Indonesia, membuat pemerintah memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH), sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Bahkan pemerintah sudah mengeluarkan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kondisi ini tentunya akan berimbas pada mobil kesayangan yang jarang digunakan dan hanya menganggur di garasi.

Kendaraan yang jarang digunakan dinilai akan lebih berpotensi mengalami banyak kerusakan dibanding dengan kendaraan yang selalu dijalankan.

Baca juga: Mobil Pribadi Tak Dilarang Masuk Jakarta saat PSBB, tapi...

Kepala Bengkel Auto 2000 Cilandak, Suprana, mengatakan, mobil yang jarang dipakai justru memiliki potensi kerusakan yang lebih besar dibanding dengan yang aktif digunakan. Salah satu komponen yang bisa cepat rusak adalah aki.

Ilustrasi perawatan aki pada mobilpersonal.neacelukens.com Ilustrasi perawatan aki pada mobil

“Normalnya ganti aki setiap dua tahun, namun karena kendaraan jarang dinyalakan yang menyebabkan tidak adanya siklus arus listrik untuk pengisian ulang, maka lama-lama aki busi akan melemah dan tidak dapat berfungsi. Sehingga pergantian aki menjadi lebih awal, bisa satu tahun atau bahkan kurang dari satu tahun,” ujar Suparna kepada Kompas.com belum lama ini di Jakarta.

Baca juga: Cara Suzuki dan Daihatsu Lindungi Karyawan Pabrik dari Ancaman Corona

Selain itu komponen lain yang bisa cepat rusak adalah ban. Akibat terlalu lama diam, membuat tekanan udara di dalam ban bisa berkurang hingga akhirnya mengempis.

Bahkan besar kemungkinan juga bisa menyerang bearing roda karena beban terjadi dalam satu titik saja, tidak ada rotasi atau pergantian tumpuan ban pada permukaan ban.

“Ketika hal ini terjadi, ban tidak akan seimbang. Akibatnya kendaraan akan bergetar saat dipakai berjalan,” ujar Suparna.

Tangki bahan bakar juga tidak luput jadi salah satu komponen yang cepat rusak jika mobil jarang dipakai, terutama saat kendaraan dalam keadaan tangki tidak terisi penuh. Hal ini bisa menyebabkan adanya udara di dalam tangki.

“Saat suhu dingin maka uap air akan menjadi air dan mengendap di dalam tangki. Inilah yang akan menyebabkan tangki cepat berkarat. Kondisi tersebut juga bisa menyebabkan bahan bakar kotor, dan saringan di dalam tangki tersumbat,” ujar Suparna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.