Lama Tidak Digunakan, Jangan Lupa Cek Aki Mobil Sebelum Apes

Kompas.com - 26/03/2020, 08:42 WIB
Ilustrasi perawatan aki pada mobil personal.neacelukens.comIlustrasi perawatan aki pada mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Intensitas pengunaan kendaraan bermotor belakangan ini berkurang drastis seiring dengan imbauan pemerintah untuk membatasi aktivitas di luar rumah atau work from home.

Imbauan yang sudah berlangsung sejak pekan lalu ini sejatinya untuk mengurangi potensi penyebaran wabah virus corona (Covid-19) di seluruh lapisan masyarakat.

Adapun waktu periode pembatasan kegiatan berkumpul tersebut, masih belum ditentukan pasti karena disesuaikan dengan perkembangan kondisi terkini.

Baca juga: Begini Cara Kuras Radiator Mobil Sendiri di Rumah

Beberapa jenis aki mobil.Kompas.com/Alsadad Rudi Beberapa jenis aki mobil.

Nah, bagi Anda yang biasa menggunakan mobil dalam beraktivitas sehari-hari, ada baiknya segera melakukan pengecekan ke berbagai sektor. Jangan sampai ketika kendaraan ingin digunakan kembali, malah terjangkit berbagai masalah.

Manager Bosch Dedy Ismanto menyebutkan, salah satu hal yang patut diperhatikan ketika mobil berdiam lama di garasi adalah aki. Bagian ini berpotensi soak atau pengurangan usia pakai karena kehilangan 'muatan'.

" Aki mobil bisa bermasalah jika kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama dan kondisinya tidak diperhatikan. Artinya, pada aki basah, cairan tidak diisi lagi, macam-macam," katanya belum lama ini.

Untuk pengecekkan aki sendiri, sebagaimana dikatakan Technical Service Division Toyota Astra Motor (TAM) Iwan Abdurrahman, sebenarnya mudah. Pada mobil terkini, ada penanda sistem pengisian kelistrian sendiri di instrument cluster.

Baca juga: Ketahui, Ini Tanda Aki Mobil Sudah Mulai Soak

ilustrasi pengencekan AC dan aki mobilOtomotifnet/tunas ilustrasi pengencekan AC dan aki mobil

"Jadi, indikator itu menyala atau redup jika proses pengisian alternator ke aki bermasalah. Bukan langsung indikator kondisi produk aki. Tapi ini bisa jadi salah satu cara lihat kondisi kelistrikan mobil," kata dia.

Adapun untuk pengecekan kondisi aki secara fisik atau langsung, pada aki basah cukup lihat kondisi batas atas dan bawah cairan elektrolit. Kalau kurang, berarti pemilik harus menambahkannya.

Sementara pada aki kering, ada indikator warna yakni biru tandanya masih oke, putih butuh tambahan setrum, dan merah wajib ganti.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X