Alasan Kesehatan, Toko Helm Larang Calon Pembeli Lakukan Fitting

Kompas.com - 18/03/2020, 14:23 WIB
Beberapa koleksi helm yang ada di RC Motogarage KOMPAS.com/Aprida Mega NandaBeberapa koleksi helm yang ada di RC Motogarage

JAKARTA, KOMPAS.com - Demi mencegah penularan virus corona atau Covid-19, beberapa produsen dan toko helm tidak mengizinkan calon konsumennya untuk mencoba atau fitting ukuran helm secara langsung.

Store Manager, RC Motogarage, Pondok Indah, Priadanis Nuguroho Putra, mengungkapkan tindakan pencegahan sudah dilakukan sejak tanggal 17 Maret 2020 kemarin hingga waktu yang belum ditentukan.

“Kebijakan ini berlaku untuk seluruh toko kita baik di Jakarta, Bandung ataupun Tangerang. Konsumen tidak bisa fitting helm, namun alternatifnya kita ukur kepala mereka menggunakan meteran,” ujar Danis ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (18/03/2020).

Baca juga: Naik Ojek Online Bawa Helm Sendiri. Ini Ragam Tas Khusus Helm

Danis menjelaskan, biasanya konsumen yang datang ke toko sudah tahu ukuran dan tipe helm yang akan dibeli, tetapi untuk berjaga-jaga pihaknya selalu membantu konsumen untuk mengukur kepalanya, karena terkadang beda merek akan berbeda lingkar kepalanya.

Helm Nolan half faceKompas.com/Aprida Mega Nanda Helm Nolan half face

Namun tidak dipungkiri, ada pembeli yang merasa kecewa dan tidak jadi membeli karena tidak boleh mencoba helm yang diinginkan.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Asosiasi Ojol Minta Penumpang Bawa Helm Sendiri

“Contohnya baru kejadian kemarin, ada konsumen yang datang mau beli helm size XL, barangnya ada. Tetapi ketika kita lihat dang ukur lingkar kepalanya 57 cm, yang harusnya konsumen tersebut pakai ukuran M. Karena balik lagi, setiap merek helm itu punya lingkar kepala yang berbeda, tidak semuanya sama. Akhirnya karena tidak boleh di coba, enggak jadi beli,” ujar Danis

Selain itu, Danis mengatakan tokonya mengalami penuruan transaksi, bahkan sebelum kebijakan ini dilaksanakan. Karena memang arahan dari pemerintah tidak memperbolehkan masyarakat keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak.

“Kalau secara omzet menurun hampir 20 persen, terutama pada penjualan helm, ini baru hari kedua tidak boleh fitting. Dengan adanya isu corona saja penjualan sudah menurun ditambah tidak boleh fitting,” ujar Danis.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X