Jalan Daan Mogot Ambles, Begini Cara Antisipasi Kendaraan Terperosok

Kompas.com - 02/03/2020, 17:26 WIB
Kemacetan di Jalan Daan Mogot Kilometer 22 Batuceper akibat perbaikan jalan, Senin (2/3/2020). KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOKemacetan di Jalan Daan Mogot Kilometer 22 Batuceper akibat perbaikan jalan, Senin (2/3/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Jalan Daan Mogot Km 22 arah Jakarta-Tangerang ambles. Arus lalu lintas pun sempat mengalami kemacetan parah, dan sampai saat ini masih diperbaiki.

Pengemudi kendaraan disarankan mencari jalan lain, karena kondisi jalan memang sedang rawan ambles.

Kejadian jalan ambles sebetulnya bukan kali pertama kejadian, sebelumnya jalan ambles terjadi di Yogyakarta pada pertengahan 2018.

Baca juga: Ingat, Lampu Hazard Bukan Indikator Jalan Lurus di Persimpangan!

Kemacetan yang disebabkan oleh lubang galian di Jalan Gatot Subroto, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2020). Akibat adanya galian tersebut, penyempitan jalur dari dua lajur menjadi satu lajur.KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTO Kemacetan yang disebabkan oleh lubang galian di Jalan Gatot Subroto, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2020). Akibat adanya galian tersebut, penyempitan jalur dari dua lajur menjadi satu lajur.

Bahkan kondisi jalan saat itu sedang macet, dan mengakibatkan beberapa mobil harus terjun ke dalam lubang.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, jalan yang di sekelilingnya terdapat galian berpotensi longsor apalagi pada musim hujan seperti sekarang.

“Jalan yang berlubang bisa semakin membesar lubangnya, bahkan bisa menjadi black hole. Proses menjadi lubang ini enggak bisa diprediksi, tergantung daya dukung tanahnya,” ujarnya kepada Kompas.com (2/3/2020).

Baca juga: Mobil Terlaris Januari 2020, Brio Kejar Avanza, Xpander Tertinggal

Saat mengemudikan kendaraan di jalan, Anda bisa saja bertemu dengan kondisi ini. Sony memaparkan beberapa cara agar terhindar dari kejadian mobil terperosok ke dalam lubang.

“Kalau saat mengemudi dan terjebak dengan kondisi ini, yang harus dilakukan adalah tetap duduk dengan sempurna untuk dapat fokus dengan kondisi sekeliling. Sebab mendengar musik dan ngobrol pun dapat mengganggu konsentrasi mengemudi,” kata Sony.

Karena dengan duduk sempurna, punggung pengemudi tetap menempel dengan sandaran jok mobil. Hal ini membuat pengemudi bisa lebih sensitif merasakan hal-hal yang tidak beres dengan kendaraan, misalnya miring atau tiba-tiba bergerak ke salah satu sisi.

Baca juga: Fortuner Bekas Lebih Dicari ketimbang Pajero Sport

Ilustrasi berkendara.Thinkstock Ilustrasi berkendara.

“Lalu jangan panik, cek sekeliling dengan spion. Lihat apa yang tidak normal dengan kendaraan dan sekitarnya. Permukaan jalan amblas biasanya prosesnya perlahan-lahan,” ucapnya.

Dengan waktu yang singkat, Anda harus bisa segera ambil keputusan. Apakah harus keluar dan menyelamatkan diri, atau tetap tinggal di mobil.

“Ada waktu 5-10 detik untuk evakuasi dengan cara menyelamatkan penumpang terlebih dulu dengan cara melepaskan sabuk pengaman. Segera suruh keluar untuk menjauh dari kendaraan dan mencari tempat yang aman” ujar Sony.

Sebab permukaan yang amblas atau black hole biasanya terjadi di jalan raya dan daerah sekitar bangunan. Maka dari itu lebih baik cari tempat yang aman seperti area yang luas, terbuka, dan rata.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X