Ganti Kampas Rem Jangan Pakai yang Palsu, Ini Bahayanya

Kompas.com - 02/03/2020, 15:41 WIB
Kampas rem asli dan imitasi bisa dibedakan dari materialnya. Pada barang palsu lebih berkilau karena banyak menggunakan bahan metal sedangkan yang asli lebih kasar. Febri Ardani/KompasOtomotifKampas rem asli dan imitasi bisa dibedakan dari materialnya. Pada barang palsu lebih berkilau karena banyak menggunakan bahan metal sedangkan yang asli lebih kasar.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Suku cadang kendaraan yang beredar di pasaran selama ini terdiri dari berbagai kualitas.

Mulai dari kualitas asli palsu atau kw maupun sparepart buatan luar pabrikan atau yang dikenal dengan aftermarket.

Dari beberapa kualitas tersebut, yang paling direkomendasikan adalah penggunaan suku cadang dengan kualitas orisinil.

Selain tingkat kepresisian tinggi, keawetan serta kualitasnya jelas sudah diperhitungkan dengan sangat detail.

Sehingga, saat menggunakan sparepart asli tidak perlu khawatir karena semuanya sudah terjamin dan sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Seperti halnya komponen kampas rem pada mobil.

Perangkat penghenti laju kendaraan ini sangat disarankan untuk menggunakan suku cadang asli.

Baca juga: Kenali Gejala Vapor Lock pada Rem Mobil

 Maka kinerja rem juga akan bisa maksimal dalam menghentikan atau mengurangi kecepatan mobil.

Dampak buruk telat mengganti kampas remnovajourney.wordpress.com Dampak buruk telat mengganti kampas rem

Sebaliknya, jika menggunakan komponen yang palsu maka akan sangat berisiko. Selain, tingkat kepakeman rem tidak maksimal juga bisa saja merusak komponen yang lainnya.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor ( TAM) Didi Ahadi kepada Kompas.com, Senin (2/3/2020).

Didi menambahkan, sparepart yang tidak asli memang harganya lebih murah, tetapi kualitasnya juga di bawah dari yang original.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X