Pangkas Kecelakaan, Pengamat Saran Setop Produksi Motor 80 Cc ke Atas

Kompas.com - 02/03/2020, 12:02 WIB
Suasana jalan yang dipadati pengendara motor di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2020). Menghindari kemacetan di jalan raya Lenteng Agung, imbasnya jalan tersebut juga macet. KOMPAS.com/M ZAENUDDINSuasana jalan yang dipadati pengendara motor di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2020). Menghindari kemacetan di jalan raya Lenteng Agung, imbasnya jalan tersebut juga macet.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingginya penjualan sepeda motor, berbanding lurus dengan kenaikan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Berdasarkan data 2018, dari 196.457 kejadian, sebanyak 73.49 persen kecelakaan melibatkan pengguna motor.

Karena itu, pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, perlu adanya upaya-upaya tepat sasaran yang dilakukan pemerintah guna meredam statistik kecelakaan yang melibatkan pemotor.

"Lebih dari 10 tahun terakhir ini, angka kecelakaan lalu lintas pengguna motor tidak pernah turun. Kenyataannya meningkat terus, upaya yang dilakukan belum tepat sasaran alias tidak mengena pada akar masalahnya," ujar Djoko dalam keterangan resminya, Minggu (1/3/2020).

Baca juga: Belajar Kemudikan Mobil Memicu Kecelakaan, Perlukah Regulasi Khusus?

Biang masalah mengenai tingginya angka kecelakaan, menurut Djoko lantaran ada kebijakan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang menciptakan kapasitas silinder motor di 80 cc ke atas tanpa ada pertimbangan aspek sosial, budaya, dan keselamatan.

Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).

"Tingginya presentase kecelakaan lalu lintas berkaitan dengan motor, membuktikan pengendara motor berisiko tinggi mengalami kecelakaan lalu lintas. Hentikan produksi sepeda motor berkapasitas lebih dari 80 cc," ucap Djoko yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MT) Pusat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kecelakaan

Mengutip dari Buku Potret Lalu Lintas di Indonesia keluaran 2019, populasi kendaraan bermotor seluruh Indonesia pada tahun 2018 adalah 141.428.052 unit, dan sebanyak 81,58 persen didominasi oleh motor yang juga secara tak langsung meningkatkan keterlibatan pada kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: Kenapa Tuas Sein Mobil Jepang Beda dengan Mobil Eropa?

Jumlah korban yang teridentifkasi usianya pada 2018 adalah 139.374 orang. Sedangkan rentang usia terbesar yang mengalami kecelakaan berada pada usia 25-39 tahun.

Ilustrasi kecelakaanautoaccident.com Ilustrasi kecelakaan

"Namun jika diagregasikan, kelompok usia terbesar yang menjadi korban kecelakaan adalah usia 15-54 tahun. Terdapat 72,13 persen korban kecelakaan lalu lintas jalan adalah kelompok usia 15-54 tahun. Sementara itu, 11,68 pesen korban kecelakaan lalu lintas jalan adalah berusia 0-14 tahun," ujar Djoko.

Selama 2015-2018, lebih dari 95 persen kejadian kecelakaan terjadi pada kondisi jalan yang baik, ada kecenderungan berkendaraan dengan kecepatan tinggi dan tidak hati-hati.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.