Ingat Bahaya Laten saat Motor Terabas Genangan Air

Kompas.com - 28/02/2020, 13:44 WIB
Warga mengendarai motor saat melintasi banjir di Jal Besar, Malaysia, Kamis (5/1/2017). Banjir musiman selalu melanda wilayah timur laut Malaysia setiap tahun dan mengakibatkan evakuasi massal. AFP PHOTO / MOHD RASFANWarga mengendarai motor saat melintasi banjir di Jal Besar, Malaysia, Kamis (5/1/2017). Banjir musiman selalu melanda wilayah timur laut Malaysia setiap tahun dan mengakibatkan evakuasi massal.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seperti lagu lama, usai diguyur hujan lebat serta banjir dan genangan air, beberapa jalan di DKI Jakarta selalu dihiasi dengan pemandangan aspal yang rusak atau berlubang.

Hal ini membuat kondosi berkendara makin berbahaya, terutama bagi pengguna sepeda motor. Contoh kasus seperti pengendara motor yang meninggal setelah menerjang banjir di kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.

Saat motornya melaju di genangan air, pengendara tak sadar bila ada ranjau berupa lubang yang membuat motor kehilangan kendali dan pengendara pun jatuh dengan posisi kepala menghantam trotoar.

Baca juga: Alasan Yamaha Tak Suntik Mati NMAX Generasi Lama

Peristiwa tersebut mengingatkan kembali akan bahaya laten berkendaraan saat melintasi genangan air.

Sebelumnya, pendiri sekaligus instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, sudah menjelaskan melintasi genangan air layaknya berjalan di atas ranjau, karena itu dibutuhkan sikap antisipasi yang tinggi.

"Saya sering bilang sangat penting menanamkan sifat defensive, mengatisipasi itu lebih baik, seperti sedia payung sebelum hujan. Fokus berkendara harus ditingkatkan, terutama pengguna motor yang memang lebih rentan terahadap kecelakaan lalu lintas di musim hujan," ujar Jusri kepada Kompas.com, beberapa hari lalu.

Jusri memberikan tips bagi pengendara motor untuk membiasakan diri menambah tingkat kewaspadaan.

Bila biasanya hanya fokus pada empat area utama, yakni depan, belakang, kiri, dan kanan, saat ini harus bisa dibiasakan mewaspadai bagian atas dan bawah, apalagi di musim hujan seperti saat ini.

Pengendara sepeda motor mencoba melintasi banjir di Jalan Yos Sudarso, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (23/2/2020). Hujan deras sejak Minggu 23 Februari dini hari membuat sejumlah daerah di Ibu Kota tergenang banjir.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Pengendara sepeda motor mencoba melintasi banjir di Jalan Yos Sudarso, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (23/2/2020). Hujan deras sejak Minggu 23 Februari dini hari membuat sejumlah daerah di Ibu Kota tergenang banjir.

Pengendara harus bijak menghadapi situasi dan anomali di jalan raya. Meski konteksnya sudah sering melitnasi jalur tersebut, namun bisa saja akibat adanya hujan dan genangan air aspal rusak dan memimbulkan lubang yang bahaya ketika dilintasi.

Baca juga: Kasus Sopir Ambulans Dipukul, Ingat Ambulans Prioritas di Jalan Raya

"Kebayakan pemotor hanya fokus pada empat area tadi, bahkan saat berkendara cenderung ke depan tanpa memperdulikan di bawah atau area yang dia lintasi. Ketika ada genangan air, jangan sekali-kali tancap gas, tapi kurangi kecepatan untuk meminimalisir adanya bahaya tersembunyi," ucap Jusri.

Pengendara sepeda motor melintasi banjir di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (2/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Minggu (2/2) pagi menyebabkan beberapa ruas jalan di ibu kota tergenang banjir dengan ketinggian 10-50 centimeter.ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A Pengendara sepeda motor melintasi banjir di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (2/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Minggu (2/2) pagi menyebabkan beberapa ruas jalan di ibu kota tergenang banjir dengan ketinggian 10-50 centimeter.

"Yang tak kalah penting diingat, naik motor tak pernah mengenal kata stabil, yang ada hanya seimbang. Ketika kesimbangan sudah terkoreksi akibat kena lubang yang tertutup genangan air itu, dampaknya bisa kehilangan kendali, apalagi saat kecepatan tinggi dan jalan yang basah," kata Jusri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X