Lakukan Ini Ketika Ingin Menyalip Truk dan Bus di Jalan

Kompas.com - 28/02/2020, 11:12 WIB
Seorang pengendara melintas di samping truk tronton angkutan tambang yang berhenti untuk melanjutkan perjalanannya dari arah Jalan Sudamanik menuju perbatasan jalan raya Parung Panjang, Bogor menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (18/1/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANSeorang pengendara melintas di samping truk tronton angkutan tambang yang berhenti untuk melanjutkan perjalanannya dari arah Jalan Sudamanik menuju perbatasan jalan raya Parung Panjang, Bogor menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (18/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendaraan dengan dimensi besar seperti truk dan bus memiliki blind spot atau titik buta yang lebih luas. Pada suatu titik tertentu, pengemudi tidak bisa melihat atau menyadari keberadaan kendaraan lain yang ada di sekitarnya.

Oleh sebab itu, berkendara di sekitaran truk dan bus yang sedang mengangkut muatan penuh menjadi ancaman tersendiri. Bila tidak sabar, potensi kecelakaan bisa terbuka lebar.

Sony Susmana, Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), menyatakan, bahwa paling tidak ada empat titik buta bagi para pengendara kendaraan berdimensi besar. Pengendara patut tahu, terlebih jika ingin menyalip atau mendahului kendaraan tersebut.

Baca juga: Cara Mengemudi yang Aman di Belakang Truk ODOL dan Bus

Ilustrasi menyalip truk di jalan tol.Samsung Ilustrasi menyalip truk di jalan tol.

"Desain dan konstruksi kendaraan mempengaruhi blind spot, semakin besar maka titik butanya semakin besar pula. Paling tidak ada empat titik blind spot yang bisa diantisipasi pengendara untuk mengurangi ancaman kecelakaan yakni di bagian belakang dan sisi samping pada pilar A dan B," katanya kepada Kompas.com.

Tepatnya, lanjut Sony, ialah pada bagian belakang di mana spion tengah tidak bisa melihat apapun karena pandangan pengemudi truk dan bus terhalang muatan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian di bawah jendela utama (windshield) karena posisi duduk pengemudi yang lebih tinggi. Lalu, sisi kanan dan kiri yang diluar jangkauan spion seperti pilar A kendaraan.

"Area blind spot pada truk hampir 60 persen menyumbang kecelakaan lalu lintas. Oleh sebab itu, baiknya sebelum menyalip truk dan bus lakukan komunikasi lebih dahulu lewat klakson ataupun lampu dim," ujar Sony.

Baca juga: Regulasi Truk ODOL Ditunda, Pemerintah Tak Peduli Keselamatan Jalan

Kepolisian Melakukan Olah TKP Truk Terguling di Kecamatan Ponjong, Gunungkidul Jumat (9/8/2019) (Dokumentasi Polsek Ponjong)MARKUS YUWONO Kepolisian Melakukan Olah TKP Truk Terguling di Kecamatan Ponjong, Gunungkidul Jumat (9/8/2019) (Dokumentasi Polsek Ponjong)

Hal ini disetujui oleh Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC) Jusri Pulubuhu. Menurutnya, komunikasi kepada pengemudi truk dan bus amat penting untuk menciptakan suasana aman dan nyaman ketika berkendara.

"Jangan lupa juga memberikan sein dan perhatikan spion sebelum menyalip. Tetapi jangan juga arogan (mau menang sendiri), kita harus mengetahui apakah pengemudi truk itu mendapat informasi yang kita sampaikan atau tidak," kata dia.

"Kalau belum yakin, lebih baik menunggu. Atau berhenti sejenak agar kendaraan itu menjauh dari kita," kata Jusri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X