Jumlah Pemotor yang Kena Tilang Elektronik Diklaim Menurun

Kompas.com - 26/02/2020, 11:12 WIB
Kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
  *** Local Caption *** 
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAKamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. *** Local Caption ***

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengklaim penegakkan hukum melalui tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) kepada pengendara sepeda motor efektif.

Berdasarkan catatannya, selama hampir 3 pekan diterapkan (3-21 Februari 2020) angka pelanggaran yang tercatat terus menurun. Selama periode tersebut, pelanggaran yang berhasil terekam ETLE ada 1.750 kejadian.

"Pelanggaran pada minggu pertama sangat tinggi, tapi trendnya itu turun pada minggu kedua hingga saat ini. Jadi bisa dikatakan efektif," kata Sambodo saat dihubungi, Selasa (25/2/2020).

Baca juga: Ribuan Pemotor Kena Tilang Elektronik, Paling Banyak Tak Pakai Helm

Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).

Pada pekan pertama penerapan ETLE, lanjut dia, pelanggaran yang terjadi sebanyak 600 kali. Namun pada pekan kedua menurun hingga 50 persen menjadi sekitar 260 pelanggar roda dua. Oleh sebab itu, Ditlantas menilai kedewasaan masyarakat dalam berkendara mulai tumbuh.

"Terjadi penurunan (dari 600an jadi 267 pelanggar) , kita lihat ini merupakan hasil yang positif," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun pelanggaran paling banyak selama 18 hari penerapan ETLE ialah menerobos jalur Transjakarta, khususnya koridor 6 yang menghubungkan Ragunan-Dukuh Atas.

"Secara keseluruhan, pelanggaran yang terjadi di jalur Transjakarta mencapai 750 kasus. Paling banyak di jalan sepanjang Mampang," kata Sambodo.

Baca juga: Jangan Asal Tambah Oli, Bisa Bikin Mesin Jebol

Pengendara sepeda motor menerobos masuk ke jalur transjakarta di kawasan Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (6/10/2017). Meski sering kali dilakukan razia oleh polisi, sejumlah pengendara sepeda motor masih nekat melakukan pelanggaran dengan menerobos jalur transjakarta.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pengendara sepeda motor menerobos masuk ke jalur transjakarta di kawasan Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (6/10/2017). Meski sering kali dilakukan razia oleh polisi, sejumlah pengendara sepeda motor masih nekat melakukan pelanggaran dengan menerobos jalur transjakarta.

Sebagaimana diketahui, tilang elektronik khusus motor telah diberlakukan pada 1 Februari 2020 lalu. Namun implementasi penuh beserta penegakkan hukumnya mulai dijalankan dua hari setelahnya atau 3 Februari 2020.

Tercatat, saat ini ada 12 kamera ETLE yang terpasang yakni di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin dan jalur Transjakarta koridor 6.

Ditlantas berharap adanya tilang elektronik untuk sepeda motor diharapkan mampu mengurangi tingkat pelanggaran yang dilakukan pengendara roda dua hingga 50 persen.

"Kita rencanakan pada bulan Maret 2020 ETLE akan diperluas. Kita akan tambah 45 kamera lagi. Masih dalam pembahasan (untuk wilayahnya)," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X