Mesin Mobil Bergetar saat Pindah Gigi, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 21/02/2020, 18:32 WIB
tombol pengunci yang ada pada tuas transmisi matik KOMPAS.com/Aprida Mega Nandatombol pengunci yang ada pada tuas transmisi matik
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerusakan mobil transmisi manual bisa dideteksi ketika digunakan. Salah satu yang sering terjadi, yaitu masalah pada komponen kopling.

Gejalanya mulai kondisi kopling, cover kopling, bahkan komponen yang lainnya. Jika ada komponen yang mengalami permasalahan tentunya akan dirasakan oleh pengemudi.

Misalkan tenaga ngempos, kopling selip atau bahkan mesin bergetar saat perpindahan transmisi atau gigi percepatan.

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna, mengatakan, jika mesin mengalami getar yang berlebih kemungkinan yang terjadi adalah cover kopling yang sudah jelek.

Menurutnya, kondisi ini salah satunya disebabkan karena saat penggantian kampas kopling tidak diikuti dengan penggantian cover kopling. Padahal, usia dari kedua komponen tersebut sama untuk masa pemakaiannya.

Baca juga: Setel Kopling Mobil Jangan Sembarangan, Ini Efeknya

Sehingga, jika kampas kopling dilakukan penggantian seharusnya cover kopling juga harus diganti. Jika tidak diganti kondisi permukaan dari cover kopling sudah tidak rata.

Ilustrasi servis mobil di dealer Auto2000Auto2000 Ilustrasi servis mobil di dealer Auto2000

Dampaknya, saat perpindahan gigi atau transmisi mesin bergetar. Kondisi ini tentunya akan membuat pengemudi menjadi tidak nyaman saat berkendara.

“Kalau hanya diganti kampas koplingnya saja mobilnya akan getar saat terjadi perpindahan gigi,” ujarnya kepada Kompas.com belum lama ini.

Maka dari itu, Suparna pun tidak merekomendasikan untuk penggantian hanya kampas kopling saja. Jika ada konsumen yang melakukan penggantian kampas kopling maka disarankan untuk mengganti cover kopling sekalian.

Baca juga: Penting Ganti Minyak Kopling Secara Rutin

“Memang kadang ada yang berpikir cukup mengganti kampasnya saja karena sudah aus. Sedangkan untuk cover koplingnya tidak perlu diganti karena masih bagus,” kata Suparna.

Selain itu, cover kopling yang tidak diganti juga akan membuat kampas kopling yang baru juga tidak akan berumur panjang.

Ilustrasi servis di Bengkel Auto2000Auto2000 Ilustrasi servis di Bengkel Auto2000

Suparna mengatakan, usia pemakaian rata-rata kampas kopling adalah 80.000 kilometer. Tetapi, jika penggantian kampas kopling tidak dibarengi dengan penggantian cover kopling, maka usia kopling bisa jadi hanya 40.000 kilometer saja.

Hal ini disebabkan karena saat cover kopling tidak diganti kondisi permukaan cover ini akan berpengaruh pada kinerja kopling.

“Sehingga, kemampuannya tidak akan maksimal, paling setelah 40.000 kilometer sudah diganti. Karena permukaan cover kopling yang lama ini tidak rata, sehingga kontak dengan kampas kopling juga tidak akan maksimal 100 persen,” ucapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X