Vespa Tua Makin Mahal, Harganya Bisa Tembus Puluhan Juta Rupiah

Kompas.com - 20/02/2020, 12:14 WIB
Vespa klasik yang ada di os vintage autoservice KOMPAS.com/Aprida Mega NandaVespa klasik yang ada di os vintage autoservice
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Vespa klasik selain masih sering terlihat di jalan kerap dijadikan barang untuk investasi. Vespa tua dianggap potensial buat barang investasi dan dijual kembali karena harganya tinggi.

Bambang atau yang akrab disapa Om Beng, pendiri Indonesia Vespa Days, tak menampik jika harga Vespa bekas dalam beberapa tahun terakhir meningkat pesat terutama untuk beberapa model.

Baca juga: Bikin Akselerasi Vespa Matik Lebih Enteng untuk Harian

"Untuk urusan Vespa sebagai investasi ada benarnya juga namun dalam konteks sederhananya saja. Karena kenaikan harga beberapa seri cukup signifikan saat ini," katanya kepada Kompas.com, Kamis (20/2/2020).

Vespa PTS 100Oni Faristiwa Vespa PTS 100

Sebagai contoh, kata Om Beng, Vespa seri Smallframe seperti PTS 100 yang dulu produksi 2007-2008 bisa didapat Rp 3 juta - Rp 4 juta kini sudah meningkat drastis, di mana pasarannya mencapai Rp 20 jutaan ke atas.

"Begitu pun dengan seri-seri yang lainnya walaupun ada yang naiknya wajar dan ada pula yang tidak wajar," katanya.

Firdaus Ali, salah satu pemilik Vespa klasik mengatakan, banyak faktor yang mempengaruhi harga Vespa tua. Jika ingin membeli Vespa lansiran tahun lama maka ada acuan umum yang sebaiknya diperhatian.

Daus, panggilannya mengatakan, untuk patokan motornya sendiri biasanya yakni bodi kekar tidak keropos, dan komponen yang melekat masih original, seperti setang, mika lampu, speedometer, jok, pelek dan lainnya.

Vespa Sprint 73 warna orange unitnya cukup langka.Foto: Istimewa Vespa Sprint 73 warna orange unitnya cukup langka.

"Buat investasi bisa, syarat pertama surat harus lengkap. Pajak hidup juga akan mempengaruhi harga, kemudian jenis Vespa-nya apa, tahun berapa dan warnanya," katanya.

Warna juga punya peran tak kalah penting. Sebab kecenderungan orang ialah mencari barang yang jarang di pasar, agar saat dipakai bisa meningkatkan gengsi karena berbeda dengan milik orang lain.

"Contoh Sprint 1973 warna orange, unitnya jarang beredar, entah produksi di Indonesia waktu itu memang tidak banyak atau selera pada zaman itu warna orange tidak favorit, yang pasti sekarang itu dicari orang," katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X