Klakson Kerap Jadi Biang Masalah di Jalan, Kenali Etikanya

Kompas.com - 17/02/2020, 13:22 WIB
Ilustrasi membunyikan klakson. ShutterstockIlustrasi membunyikan klakson.

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini klakson merupakan alat untuk saling ‘berkomunikasi’ terhadap pengguna jalan lainnya. Namun bukan berarti membunyikan klakson bisa dilakukan sesuka hati.

Menurut Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant di beberapa negara dengan sistem lalu-lintas yang teratur, membunyikan klakson saat mengemudi bukanlah sebagai bentuk komunikasi yang baik.

“Contohnya di Jepang, hampir tidak ada yang membunyikan klakson kecuali ketika mereka ingin menunjukan sikap ketidaksukaan terhadap cara berkendara pengemudi lain,” ujar Sony kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (17/02/2020).

Baca juga: Kaca Spion Canggih di Suzuki XL7 [VIDEO]

Namun, yang terjadi dengan masyarakat Indonesia justru sebaliknya. Kebanyakan justru gemar membunyikan klakson secara berlebihan.

Kondisi inilah yang bisa memancing emosi dan menimbulkan konflik di jalan yang bisa berujung tindak kriminal.

Klakson itu sebaiknya hanya digunakan di tempat-tempat tertentu, misalnya di rumah atau di area parkir sehingga tidak mengganggu orang lain. Contoh etika berklakson yang sudah diterapkan K3 Migas (Kesehatan Keselamatan Kerja)," jelas Sony.

Klakson satu kali ketika mau menghidupkan mesin, klaskon dua kali pertanda mobil mau maju, klakson tiga kali pertanda mobil ingin mundur, hal tersebut dilakukan untuk tanda buat keadaan sekitar.

Klakson jadi salah satu pemicu emosi di jalan.Febri Ardani Klakson jadi salah satu pemicu emosi di jalan.

Baca juga: Kenali Penyebab Knalpot Mobil Keluar Asap di Pagi Hari

Selain itu Sony juga menjelaskan klakson itu harusnya bersifat friendly atau bersahabat.

Friendly itu artinya hanya membunyikan sekali dan hanya di tekan menggunakan jempol, bukan dipukul,” ujar Sony

Aturan membunyikan klakson juga sebaiknya tidak dibunyikan di tempat-tempat tertentu, seperti rumah ibadah, lingkungan sekolah atau melewati sebuah lingkuangan yang sedang berduka cita.

Sony menjelaskan budaya klakson yang terjadi di Indonesia saat ini dibuat oleh masyarakat itu sendiri, karena menurutnya setiap aturan harus memiliki dasar.

“Memang salah satu fungsi klakson betujuan untuk komunikasi dengan pengguna lain, tetapi sebaiknya itu hanya dilakukan untuk memperingatkan pengendara lain jika ada hal yang mendesak atau berbahaya,” ujar Sony.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X