Yamaha Contek Alat Start yang Sama dengan Ducati

Kompas.com - 26/01/2020, 11:42 WIB
Pebalap MotoGP Pol Espargaro menyelamati Maverick Vinales yang meraih pole position pada GP San Marino di Misano, 14 September 2019. AFP/MARCO BERTORELLOPebalap MotoGP Pol Espargaro menyelamati Maverick Vinales yang meraih pole position pada GP San Marino di Misano, 14 September 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Soal inovasi, Ducati bisa dibilang cukup cerdik. Pabrikan asal Italia ini selalu memiliki alat-alat yang mampu meningkatkan performa pebalap, tanpa melanggar aturan.

Salah satu alat yang mereka gunakan adalah untuk start atau biasa disebut holeshot device. Alat ini mampu membuat akselerasi motor saat start jadi meningkat.

Baca juga: Yamaha Ingin Pertahankan Vinales di MotoGP 2021

Holeshot device sebenarnya bukan alat atau teknologi yang baru. Alat ini sudah dipakai di ajang motocross. Bedanya, untuk motocross ditempatkan di suspensi depan. Sementara Ducati, menempatkannya di suspensi depan.

Maverick Vinales keluar dari garasi jelang latihan bebas pada MotoGP Australia 2019 di Sirkuit Phillip Island, 27 Oktober 2019. AFP/PETER PARKS Maverick Vinales keluar dari garasi jelang latihan bebas pada MotoGP Australia 2019 di Sirkuit Phillip Island, 27 Oktober 2019.

Maverick Vinales mengaku akan memperbaiki kemampuan start untuk musim 2020. Menurutnya, semua pebalap Yamaha kehilangan posisi berharga saat start.

"Itulah mengapa Yamaha sedang mengerjakan alat untuk start. Apakah itu mirip dengan kompetitor punya atau berbeda. Kami akan mengujinya di Sepang," ujar Vinales, dikutip dari Speedweek.com.

Vinales menambahkan, untuk musim 2020, Yamaha memiliki dua tujuan. Pertama, harus meningkatkan kemampuan start. Laku yang kedua, meningkatkan top speed.

Honda sebenarnya juga pernah bereksperimen dengan alat serupa di MotoGP sekitar 12 tahun yang lalu. Namun, alat tersebut mirip seperti yang digunakan di motocross, diletakkan di suspensi depan.

Baca juga: Vinales Pindah ke Qatar Latihan Musim Dingin

Mike Leitner, manajer tim KTM, mengatakan, alat tersebut memiliki kelemahan. Dari sisi keamanan, alat tersebut tidak bisa digunakan di segala kondisi.

"Di motocross, start dilakukan dengan pebalap di barisan yang sama. Tapi di MotoGP, jika start dari posisi keempat, maka harus bisa menghindari pebalap yang ada di depan saat alat tersebut digunakan," kata Leitner.

Gigi Dall'Igna, General Manager Ducati, juga mengetahui kelemahan tersebut. Makanya, Ducati memanfaatkan suspensi belakang untuk menggunakan holeshot device, bukan di suspensi depan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Speedweek
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X