Ini Bedanya Sirkuit Jalan Raya di Kawasan Monas dan BSD

Kompas.com - 14/02/2020, 20:20 WIB
Pebalap Pertamina Campos Racing asal Indonesia, Sean Gelael, memacu motornya di sirkuit jalan raya di kota Monte Carlo, Monaco, Kamis (26/5/2016). TIM JAGONYA AYAMPebalap Pertamina Campos Racing asal Indonesia, Sean Gelael, memacu motornya di sirkuit jalan raya di kota Monte Carlo, Monaco, Kamis (26/5/2016).
|

JAKARTA, KOMPAS.comFormula E Seri Jakarta yang bakal berlangsung 6 Juni 2020 mendatang akan berlokasi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Balap Formula E seperti yang sudah-sudah memang banyak menggunakan sirkuit jalan raya sebagai tempat lomba.

Berbeda dengan sirkuit permanen yang sengaja disiapkan untuk kebutuhan balap maupun motorsport. Membangun sirkuit jalan raya ternyata memiliki kesulitan sendiri.

Hal ini diungkap oleh Irawan Sucahyono, Desainer Sirkuit dan Penasihat Sirkuit Sentul, saat ditemui Kompas.com di sela-sela acara Press Conference Formula E di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: Daihatsu Ayla Turbo, Mobil Murah yang Punya 200 Tenaga Kuda

Jalur Formula E yang diumumkan di Hotel Novotel, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020)Dok. Formula E Indonesia Jalur Formula E yang diumumkan di Hotel Novotel, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020)

Pria yang juga merancang sirkuit jalan raya di kawasan BSD Tangerang Selatan ini mengatakan jika pembangunan Sirkuit Monas akan sedikit menyulitkan.

“Sirkuit perkotaan di Monas dibangun untuk membangun image kota Jakarta, bedanya dengan sirkuit jalanan BSD, dibangun untuk kebutuhan balap. Selain juga untuk promosi kawasan yang sedang berkembang di sana,” ujar Irawan.

Ia menambahkan, kesulitan membangun sirkuit perkotaan ada pada lahan yang terbatas. Selain itu, jalanan perkotaan pada dasarnya tidak dirancang untuk kebutuhan balap.

Baca juga: Jurus Kemenhub Berantas ODOL, Truk Akan Dipotong

Jalan Medan Merdeka Barat kembali dibuka setelah massa aksi yang kawal sidang PHPU MK membubarkan diri, Selasa (18/6/2019)KOMPAS.com/Ryana Aryadita Jalan Medan Merdeka Barat kembali dibuka setelah massa aksi yang kawal sidang PHPU MK membubarkan diri, Selasa (18/6/2019)

“Dalam membangun sirkuit di perkotaan, kami yang harus menyesuaikan sebab jalanan kota tidak diatur untuk ajang balap,” katanya.

Meski begitu, sirkuit jalan raya di BSD menurutnya lebih mudah dibangun lantaran kawasan di sana yang masih banyak lahan kosong.

“Tapi bukan berarti Sirkuit Monas enggak bisa maksimal, di Monas juga bisa ngebut sampai 220 kpj. FIA juga sudah inspeksi beberapa waktu lalu, dan dinyatakan layak buat balap,” ucap Irawan.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X