Kawasan Monas Layak Jadi Sirkuit Jalan Raya

Kompas.com - 14/02/2020, 19:50 WIB
Rute Formula E di kawasan Monas, Jakarta Pusat. DOK. SURAT GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDANRute Formula E di kawasan Monas, Jakarta Pusat.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Usai menuai pro dan kontra, balap Formula E dipastikan bakal tetap berlangsung di kawasan Monumen Nasional ( Monas), Jakarta Pusat. Jalur yang bakal digunakan sebagai sirkuit juga telah diumumkan.

Sirkuit Monas akan memiliki panjang 2.588 meter, dengan lebar 9,5-12 meter. Total bakal ada 12 tikungan, 8 ke kanan dan 4 ke kiri. Kecepatan maksimal di Sirkuit Monas disebut dapat mencapai 220 kpj.

Ketua Umum IMI Pusat Sadikin Aksa, mengatakan jika kelayakan kawasan Monas sebagai sirkuit jalan raya telah dikaji oleh FIA dan Formula E.

Baca juga: Jangan Baper, Klakson dan Lampu Dim Merupakan Cara Komunikasi di Jalan

Kondisi kawasan Monumen Nasional setelah penebangan 205 pohon untuk revitalisasi di Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020). Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan sementara proyek revitalisasi sisi selatan kawasan Monas, Jakarta Pusat. Sebelumnya, menurut kontraktor, pengerjaan revitalisasi Monas sudah 88 persen. Ditargetkan rampung pada 15 Februari 2019.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Kondisi kawasan Monumen Nasional setelah penebangan 205 pohon untuk revitalisasi di Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020). Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan sementara proyek revitalisasi sisi selatan kawasan Monas, Jakarta Pusat. Sebelumnya, menurut kontraktor, pengerjaan revitalisasi Monas sudah 88 persen. Ditargetkan rampung pada 15 Februari 2019.

“Tilkee Enginers and Architects, bersama FIA, mereka telah menelaah segala hal dan memastikan bahwa kawasan di sekitar Tugu Monas sangat layak untuk dijadikan sirkuit jalan raya kelas dunia,” ujarnya, Jumat (14/2/2020).

Sadikin mengatakan, usai pembangunan yang direncanakan maksimal dua bulan, Sirkuit Monas akan segera mendapat homologasi atau sertifikasi kelayakan dari FIA.

“Homologasi keluar beberapa hari sebelum balap, karena nanti FIA akan melakukan inspeksi terakhir,” katanya.

Baca juga: Sudah Berusia 20 Tahun, kenapa Karimun Kotak Masih Diminati?

Media briefing Formula E di Hotel Novotel, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020)KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI Media briefing Formula E di Hotel Novotel, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020)

Ia juga mengatakan, untuk bisa menyelenggarakan Formula E, Sirkuit Monas cukup mengejar homologasi grade 3.

“Jadi sirkuit ini harus dihomologasi tidak hanya melihat trek tapi unsur safety-nya juga. Untuk Formula E cukup grade 3, tidak perlu grade 2 atau 1, karena ini kan bukan permanen. Meski begitu, ini menjadi satu-satunya sirkuit di Indonesia yang punya grade dari FIA,” ucap Sadikin.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X