Bahan Bakar Solar B100 Mulai Dilakukan Tes Jalan

Kompas.com - 12/02/2020, 14:29 WIB
B100 Kompas.comB100
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) diketahui kembali melakukan uji coba penggunaan Biodiesel B100 di sejumlah wilayah DKI Jakarta.

Berdasarkan foto yang diperoleh Kompas.com, terlihat bahwa satu unit Toyota HiAce milik Kementan tengah melintas ruas tol JORR menuju arah Pasar Minggu - Mampang Prapatan.

Menariknya, di bodi samping mobil tetulis "Road Test Biodiesel B100", lengkap dengan gambar nozzle bensin dan logo Kementerian RI. Terdapat juga keterangan yang menegaskan bahwa mobil menggunakan bahan bakar hijau atau ramah polusi.

Baca juga: ESDM Jamin B30 Tak Menimbulkan Efek Negatif

Pertamina MOR 1 telah melakukan uji coba implementasi program B30 di Provinsi Sumatera Utara sejak 1 sampai 31 Desember 2019KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTI Pertamina MOR 1 telah melakukan uji coba implementasi program B30 di Provinsi Sumatera Utara sejak 1 sampai 31 Desember 2019

Dikonfirmasi, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengaku tidak mengetahui adanya uji coba B100 terhadap seluruh produk Toyota. Ia memperkirakan bahwa pengujian dilakukan secara individual atau tidak serempak.

"Setahu saya, yang dilakukan uji coba bersama itu B30 kemarin," kata Anton kepada Kompas.com, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Hingga berita ini diterbitkan, baik Kementerian Perindustrian maupun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral belum memberikan informasi lanjut mengenai temuan tersebut.

Presiden Joko Widodo meresmikan implementasi program Biodiesel 30 persen (B30). Peresmian dilakukan di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019). KOMPAS.com/Ihsanuddin Presiden Joko Widodo meresmikan implementasi program Biodiesel 30 persen (B30). Peresmian dilakukan di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019).

Kementan Pernah Uji Coba B100

Tahun lalu, Kementan pernah melakukan hal serupa yakni menguji penggunaan B100 pada kendaraan bermotor. Hasilnya, bahan bakar mampu mencapai jarak 13,1 kilometer per liter atau lebih jauh dibanding solar biasa yang hanya mencapai 9 kilometer per liter.

"Lebih dari itu, penggunaan B100 ini bisa menghemat devisa sebesar Rp 26 triliun yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani sawit," kata Pelaksana Tugas Jenderal Kementan, Momon Rusmono dalam siaran resminya.

Momon menyebutkan, penghematan ini bisa didapat dari substitusi impor solar yang selama ini cukup tinggi. Di sisi lain, biodiesel juga mampu mengurangi pencemaran lingkungan karena rendah polusi dan berbahan baku kelapa sawit 100 persen.

Baca juga: Jokowi: Kita Bisa Lebih dari Itu, Kita Bisa Buat B100!

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X