Jajal Performa Yamaha NMAX 155 Connected/ABS, Asyik Diajak Manuver

Kompas.com - 12/02/2020, 08:02 WIB
Yamaha NMAX 155 Connected/ABS Kompas.com/DonnyYamaha NMAX 155 Connected/ABS

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing ( YIMM) akhirnya merilis NMAX 155 Connected/ABS. Varian tertinggi dari generasi terbaru NMAX ini juga sudah keluar harga resminya, yakni Rp 33,75 juta.

Selain tampilan, tentunya bagian mesin juga ikut berubah. Ada beberapa ubahan yang dilakukan Yamaha pada NMAX terbaru ini, antara lain di klep yang lebih besar, piston punya YZF-R15, dan saringan udara lebih besar.

Hasilnya, ada peningkatan kompresi dan juga tenaga.

Baca juga: Cek Alat Baru di Bengkel Resmi Yamaha untuk NMAX 2020

Bukan hanya di atas kertas, tapi saat Tim Kompas.com mencoba generasi terbaru dari NMAX ini juga bisa merasakannya. Selain peningkatan tenaga, torsinya juga disebutkan mengalami penurunan.

Yamaha NMAX 155 Connected/ABSKompas.com/Donny Yamaha NMAX 155 Connected/ABS

Memang saat gas mulai dipelintir, tarikan bawahnya terasa lebih lama. Tapi, ketika di putaran atas, untuk mencapai 80 kilometer per jam bukanlah hal yang sulit.

Secara dimensi, NMAX 155 Connected tidak berbeda jauh dibanding generasi sebelumnya. Sehingga, tidak perlu penyesuaian yang lama untuk penguji saat mengajak skutik bongsor ini bermanuver di tengah kemacetan.

Pengujian pada pengereman juga tidak menunjukkan hasil yang mengecewakan. Baik rem depan maupun rem belakang tetap responsif, termasuk dengan sistem ABS-nya.

Baca juga: Perbandingan Harga NMAX 2020 dengan PCX dan ADV

Poin utama lainnya dari pengetesan ini adalah suspensi. Sebab, suspensi tak hanya meningkatkan kenyamanan berkendara, tapi juga stabilitas berkendara. Banyak pengguna NMAX yang tidak puas dengan sokbreker aslinya. Sehingga, banyak yang beralih ke sokbreker aftermarket.

Yamaha mulai menjawab kebutuhan konsumen dengan tak hanya membekali sokbreker dengan sub tank, tapi juga dua tingkat kekerasan per. Dari yang penguji rasakan, sokbreker NMAX cukup baik saat melewati permukaan jalan yang tidak rata, baik sendiri maupun berboncengan.

Tapi untuk urusan suspensi, sebenarnya kembali ke selera penggunanya masing-masing, berapa bobotnya, bagaimana cara berkendaranya, dan lain-lain.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X