Strobo dan Sirene Dijual Bebas, Penegakan Hukum Terus Berlangsung

Kompas.com - 28/01/2020, 10:02 WIB
Lampu strobo yang dipasang di dasbor mobil menghadap ke depan. olxro-ring12.akamaized.netLampu strobo yang dipasang di dasbor mobil menghadap ke depan.

JAKARTA, KOMPAS.com – Penggunaan lampu strobo dan sirene sudah diatur pada UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pada Pasal 134 UU LLAJ sudah jelas, hanya ada tujuh Pengguna Jalan yang Memiliki Hak Utama.

Kendaraan sipil atau berpelat nomor hitam tidak termasuk dalam Pengguna Jalan yang Memiliki Hak Utama. Namun, walaupun telah banyak dilakukan penindakan terhadap pemilik kendaraan yang menggunakan strobo dan sirene, kedua barang tersebut sangat mudah untuk didapatkan.

Pemilik kendaraan dapat bebas membeli strobo dan sirene di toko-toko. Bahkan bisa didapatkan melalui situs jual beli online. Salah satu toko yang menjual strobo dan sirene mengaku lepas tangan jika kendaraan sipil yang dipasangi merupakan pelanggaran aturan.

Baca juga: Catat, Rotator dan Sirine Hanya Boleh Dipakai untuk Kendaraan Khusus

Kepolisian melakukan razia penyalahgunaan lampu isyarat seperti rotator, strobo dan sirine Twitter/TMCPoldaMetro Kepolisian melakukan razia penyalahgunaan lampu isyarat seperti rotator, strobo dan sirine

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar mengatakan, jual beli strobo dan sirene bukan diperuntukkan kendaraan yang tidak boleh menggunakan.

“Kalau jual beli sebenarnya bukan untuk kendaraan sipil. Penjual strobo dan sirene juga bukan hal yang dilarang, tapi yang dilarang itu penggunanya, itu kan ada batasannya sesuai Pasal 134,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar, saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/1/2020).

Belum ada aturan tentang syarat bagi pemilik kendaraan yang ingin memasang strobo dan sirene. Polisi hanya menindak pengemudi yang memasang dan menggunakan strobo dan sirene.

Baca juga: Mobil yang Pakai Sirine dan Strobo Langsung Dicopot di Tempat

“Pembuatan aturan untuk pedagang bukan ranah kepolisian. Polisi lebih ke penindakan pelanggarannya kalau difungsikan oleh kendaraan yang tidak diperbolehkan,” ucap Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar.

Pengamat lalu lintas, Budiyanto, mengatakan, koordinasi antara kepolisian dan pemerintah daerah (pemda) dapat menjadi solusi kepada penjual strobo dan sirene.

“Solusi untuk toko yang menjual strobo dan sirene yaitu pihak kepolisian bisa koordinasi dengan pemda untuk memberikan pemahaman kepada penjual aksesori tersebut. Selain bisa dilakukan pengawasan dan penindakan kepada toko yang menjual strobo dan sirene,” ucap Budiyanto kepada Kompas.com belum lama ini.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X