Polisi Harus Tegas Tindak Pengendara yang Akali Ganjil Genap

Kompas.com - 21/01/2020, 07:12 WIB
Pengemudi menunggu berakhirnya ganjil genap di bahu jalan tol. IstimewaPengemudi menunggu berakhirnya ganjil genap di bahu jalan tol.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai cara dilakukan para pemilik kendaraan agar tetap bisa menggunakan mobilnya tanpa terkena aturan ganjil genap. Modus baru yang banyak dilakukan belakangan ini adalah menunggu waktu ganjil genap berakhir di bahu jalan tol.

Penerapan aturan pembatasan kendaraan dengan sistem plat nomor ganjil genap di DKI Jakarta itu sendiri berlaku setiap Senin-Jumat (kecuali Sabtu-Minggu atau tanggal merah), pukul 06.00-10.00 WIB.

Sore harinya, dimulai sejak pukul 16.00-21.00 WIB. Mobil yang melanggar maka akan dikenakan hukuman sesuai dengan aturan.

Pintu keluar tol dalam kota Cawang-Slipi dialihfungsikan sebagai pintu masuk tamu VVIP yang akan menghadiri acara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih di Kompleks Parlemen Senayan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat pada Minggu (20/10/2019).KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA Pintu keluar tol dalam kota Cawang-Slipi dialihfungsikan sebagai pintu masuk tamu VVIP yang akan menghadiri acara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih di Kompleks Parlemen Senayan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat pada Minggu (20/10/2019).

Menurut Budiyanto, pengamat masalah transportasi, ada beberapa pasal dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ( UU LLAJ). Sebab, di dalam UU LLAJ tersebut sudah diatur tentang tata cara berlalu lintas, antara lain:

Baca juga: Dibandingkan Ganjil Genap, Jalan Berbayar Diklaim Lebih Efektif

Pasal 105

Setiap orang yang menggunakan Jalan wajib:
a. berperilaku tertib; dan/atau
b. mencegah hal-hal yang dapat merintangi, membahayakan Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, atau yang dapat menimbulkan kerusakan Jalan.

Pengemudi menunggu berakhirnya ganjil genap di bahu jalan tol.Istimewa Pengemudi menunggu berakhirnya ganjil genap di bahu jalan tol.

Pasal 106 ayat 4

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan:
a. rambu perintah atau rambu larangan;
b. Marka Jalan;
c. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas;
d. gerakan Lalu Lintas;
e. berhenti dan Parkir;
f. peringatan dengan bunyi dan sinar;
g. kecepatan maksimal atau minimal; dan/atau
h. tata cara penggandengan dan penempelan dengan Kendaraan lain.

Pasal 118

Selain Kendaraan Bermotor Umum dalam trayek, setiap Kendaraan Bermotor dapat berhenti di setiap Jalan, kecuali:
a. terdapat rambu larangan berhenti dan/atau Marka Jalan yang bergaris utuh;
b. pada tempat tertentu yang dapat membahayakan keamanan, keselamatan serta mengganggu Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; dan/atau
c. di jalan tol.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X