Yamaha Tidak Khawatir dengan Kehadiran Honda BeAT 2020

Kompas.com - 19/01/2020, 19:01 WIB
Lampu depan LED Yamaha Mio S. Ghulam/KompasOtomotifLampu depan LED Yamaha Mio S.
|

BEKASI, KOMPAS.com - PT Astra Honda Motor (AHM) belum lama ini meluncurkan model terbaru dari Honda BeAT. Kendaraan roda dua entry level ini, disematkan berbagai penyempurnaan mulai dari desain, sasis, hingga fiturnya.

Lewat BeAT terbaru, Honda mengklaim akan kembali mendominasi pasar roda dua di tanah air dengan volume penjualan 4.9 juta unit per tahun. Khusus model BeAT, ditargetkan terjual hingga 1.8 juta unit.

Menanggapi hal tersebut, Manager Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Anton Widiantoro mengaku tidak khawatir. Sebab,Yamaha Mio masih kompeten untuk bersaing dengan BeAT.

Baca juga: Beredar Video Kebut-kebutan BMW yang Kecelakaan di Slipi

All New Honda BeAT 2020KOMPAS.com/Gilang All New Honda BeAT 2020

"Kami tetap percaya diri dengan model saat ini, 125 cc teknologi bluecore. Lagi pula, konsumen saat ini sudah mulai pintar. Tidak semuanya ingin irit tapi juga memikirkan biaya kepemilikan motor," katanya di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (18/1/2020).

Menurut Anton, hematnya penggunaan motor tidak hanya dilihat dari besaran mesin yang digunakan. Tetapi, teknologi apa yang tersemat pada mesin tersebut.

Sebagai informasi, BeAT menggendong mesin 110 cc dengan model long stroke yang memberikan torsi besar. Sementara Mio, menggunakan mesin 125 cc bluecore.

"Kemudian, hemat bahan bakar itu bukan segalanya. Tetapi, biaya kepemilikan. Bisa dibuktikan sendiri dalam pemakaian setahun, maintenance, harga komponen, dan lain-lainnya iritan siapa," lanjut Anton.

Baca juga: Dijual Mulai Rp 29,5 Juta, Yamaha Mulai Kirim NMAX 2020 ke Diler

Yamaha Mio M3KOMPAS.com/Gilang Yamaha Mio M3

Meski demikian, Yamaha tidak akan tutup telinga untuk menerima masukkan dan kritik demi pengembangan produk ke depannya, termasuk untuk model Mio.

"Tapi yang harus dipahami, jika konsumen ingin banyak perubahan tentu akan berdampak pada harga jual kendaraan. Misalkan charger di motor, tentu kita bisa hadirkan di semua motor. Tapi apakah efisien dan efiktif? Belum tentu juga," katanya.

"Jangan sampai kita kasih fitur, tapi tidak dipakai secara optimal. Padahal dampak dari penambahan fitur tersebut adalah kenaikan harga. Kalau (Mio) harganya tiba-tiba Rp 20 juta, jelas tidak affordable lagi untuk pasar entry level. Tentu, kita selalu lakukan survei bagaimana yang terbaik," ujar Anton lagi.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X