Menyetel Rantai Motor Jangan Asal Kencang, Ada Aturannya

Kompas.com - 17/01/2020, 13:22 WIB
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com- Mungkin masih banyak pemilik sepeda motor yang beranggapan menyetel rantai cukup dengan membuatnya menjadi lebih kencang atau tidak kendur. Padahal, anggapan semacam itu salah.

Kondisi rantai yang sudah kendur memang harus disetel ulang agar nyaman dan aman saat digunakan. Dengan catatan, kondisi rantai maupun gearnya masih dalam kondisi bagus dan belum aus.

Tetapi, bukan berarti harus menyetelnya hingga sangat kencang. Menyetel rantai harus memperhatikan tingkat ketenganannya.

Kepala Mekanik Ahass Cahaya Sakti Motor, Sragen, Jawa Tengah (Jateng) Joko Purnomo menjelaskan, dalam menyetel rantai ada aturannya. Paling penting memastikan ketegangan rantai sebelum dan sesudah mendapatkan tekanan.

Baca juga: Simak Ini Cara Mudah Menyetel Rantai Sepeda Motor

Sesuai dengan standar pabrikan, biasanya jarak ketegangan rantai antara 2 sentimeter sampai dengan 3 sentimeter.

“Menyetel rantai memang bisa dilakukan sendiri dan tidak perlu ke bengkel, tetapi juga harus sesuai dengan ukuran standar yakni 2-3 sentimeter,” ujar Joko kepada Kompas.com, Jumat (17/1/2020).

Joko menambahkan, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan rantai motor terlalu kendur. Pertama, motor sudah aus atau rantai sudah saatnya dilakukan penyetelan ulang.

Menyetel rantai sepeda motor bisa dilakukan sendiri. Untuk memastikan ukuran ketengangan rantai motor yang sesuai standar yakni 2 sentimeter sampai dengan 3 sentimeter diperlukan alat ukur.Ari Purnomo Menyetel rantai sepeda motor bisa dilakukan sendiri. Untuk memastikan ukuran ketengangan rantai motor yang sesuai standar yakni 2 sentimeter sampai dengan 3 sentimeter diperlukan alat ukur.

“Tetapi, untuk menyetelnya juga jangan terlalu kencang karena akan berpengaruh dengan kondisi gear maupun rantainya. Rantai menjadi cepat aus kemudian rantai menjadi molor,” katanya.

Selain itu, Joko melanjutkan, selain rantainya gear juga akan cepat aus dan yang lebih parah adalah rantai bisa putus.

“Tetapi, juga tidak boleh terlalu kendur juga karena juga akan berpengaruh terhadap rantainya dan gearnya. Malah kalau terlalu kendur, rantai bisa los atau keluar dari dudukan gearnya,” ujarnya.

Baca juga: Catat, Ini Wilayah yang Sudah Terapkan Pajak Progresif Kendaraan

Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, Joko mengatakan, bukan tidak mungkin akan berpengaruh juga pada bahan bakar.

“Bensin bisa menjadi lebih boros karena performa kendaraan juga kurang bagus,” ucapnya.

Maka dari itu, Joko pun menyarankan agar melakukan penyetelan rantai sesuai dengan standar pabrikan. Apabila rantai sudah tidak bisa dilakukan penyetelan berarti sudah saatnya diganti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.