Nasib Datsun di Pasar Mobil Bekas, Sulit Dicari

Kompas.com - 09/01/2020, 11:03 WIB
Datsun akan mengakhiri produksinya di Indonesia mulai Januari 2020. Stanley RavelDatsun akan mengakhiri produksinya di Indonesia mulai Januari 2020.
|

JAKARTA, KOMPAS.comDatsun jadi produk LCGC (Low Cost Green Car) yang penjualannya tidak terlalu menggembirakan dibanding merek lainnya. Hal jadi salah satu sebab mengapa Datsun bakal menghentikan penjualannya di Indonesia.

Penjualan Datsun yang sedikit ini berimbas di pasar mobil bekas. Model-model Datsun disebut agak jarang ditemukan dibanding LCGC lainnya.

“Populasinya tidak terlalu banyak, jadi yang jual juga jarang. Kalau dibandingkan dengan Calya atau Sigra, bisa 1:10 (perbandingannya), memang sedikit jarang dan kelihatan,” ujar Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih, kepada Kompas.com (9/1/2020).

Baca juga: Akibat Banjir Jakarta, Pasar Mobil Bekas Bakal Kembali Bergairah

Suasana pusat penjualan mobil bekas di Jakarta PusatKompas.com/Setyo Adi Suasana pusat penjualan mobil bekas di Jakarta Pusat

Herjanto juga mengatakan, populasi Datsun yang sedikit berbanding lurus dengan permintaannya. Ia mengatakan, konsumen mobil bekas jarang ada yang mencari Datsun Go Panca, Go+ Panca, atau Cross.

“Saya malah tidak pernah dapat Datsun Cross, tidak mungkin juga kalau tidak ada yang jual, karena mobil sudah setahun lebih. Atau bisa juga lebih banyak di daerah,” katanya.

Baca juga: Harga Mobil Bekas Datsun Mulai Rp 60 Jutaan, Tertarik?

Hal senada diungkap oleh Heru, salah satu pedagang mobil bekas di MGK Kemayoran, menurutnya populasi mobil bekas Datsun tidak sebanyak model-model seperti Agya-Ayla, Calya-Sigra, Brio Satya, maupun Wagon R.

“Saya pernah dapat unitnya, itu pun lakunya lebih lama dibanding model sekelas lainnya. Intinya, mobil bekas Datsun tidak sebanyak mobil murah dari merek lain,” ucap Herjanto.

Seperti diketahui sebelumnya, Datsun memutuskan untuk menghentikan produksi di Indonesia, mulai Januari 2020.

Artinya per bulan ini, merek asal Jepang tersebut udah tidak memproduksi model-model seperti Go, GO + Panca, atau Datsun Cross.

Rencana penutupan pabrik Datsun milik NMI ini sudah dilaporkan secara sementara ke Kementerian Perindustrian sebagai pembina industri.

Baca juga: Datsun Mau Hengkang dari Indonesia, Harga Mobil Bekasnya Bisa Anjlok?

Pihak kemenperin menyatakan, kalau NMI mau mengubah haluan bisnis mereka di Indonesia, bukan sebagai perakit kendaraan tetapi memperdalam industri komponen.

"Nissan akan menghentikan produksi Datsun Go dan Datsun Go+ pada Januari 2020 lantaran skala penjualan dibawah skala ekonomi," kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE Kemenperin, Putu Juli Ardika, kepada Kompas.com, Jakarta, November 2019 lalu.

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2018, total penjualan Datsun hanya tercatat 2.388 unit.

Jumlah ini jauh jika melihat segmen mobil murah (low cost and green car/LCGC) di mana Datsun mayoritas berjualan, yang pasarnya mencapai 230.443 unit, pada periode yang sama (2018).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X