Jenis Kendaraan yang Bisa Melintas di Tol Layang Jakarta-Cikampek

Kompas.com - 06/01/2020, 15:18 WIB
Iring-iringan kendaraan yang membawa Presiden Joko Widodo melintasi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek usai diresmikan di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). Jalan tol tersebut akan dibuka untuk mendukung arus lalu lintas libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYIring-iringan kendaraan yang membawa Presiden Joko Widodo melintasi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek usai diresmikan di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). Jalan tol tersebut akan dibuka untuk mendukung arus lalu lintas libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek atau elevated II, sudah dibuka tanpa tarif sejak 15 Desember. Namun demikian tidak semua kendaraan yang boleh masuk untuk melintas di atas sepanjang 36,3 km tersebut.

Seperti diketahui, tol layang tersebut peruntukannya hanya untuk kendaraan Golongan I non-bus dan truk. Untuk jenisnya bukan hanya mobil pribadi saja, namun kendaraan umum seperti mobil travel pun masih bisa melintasi dengan ketentuan tinggi tak lebih dari 2,1 meter.

Hal ini sudah ditegaskan baik oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, atau pun dari Kementerian Perhubungan (Kemenhun) beberapa waktu lalu. Alasannya bukan dikarenakan masalah konstruksi, tapi lebih terkait soal kenyamanan dan keamanan para penggunanya.

Baca juga: Catat, Ini Akses Masuk dan Keluar Tol Layang Jakarta-Cikampek


"Akan ada pembatasan, hanya diperkenankan kendaraan golongan I, yaitu kendaraan kecil non-bus yang bisa melintasi," ucap Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Cucu Mulyana, beberapa waktu lalu.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Basuki Hadimuljono, sempat menjelaskan bila nantinya Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek bisa dilalui oleh kendaraan golongan II. Namun demikian hal tersebut baru akan dilakukan saat sudah benar-benar beroperasi secara resmi dan bertarif.

Pelanggaran lalu lintas di Tol Layang Jakarta-CikampekStanly-Kompas.com Pelanggaran lalu lintas di Tol Layang Jakarta-Cikampek

Soal masalah konstruksi atau strukutr tol terpanjang di Indonesia itu sendiri, Basuki mengatakan sebenarnya sangat kuat untuk menampung kendaraan sampai golongan V sekalipun. Tapi bila diizinkan masalahnya akan terjadi kepadatan kendaraan.

"Jangan salah persepsi. Secara struktur sangat kuat menampung hingga kendaraan golongan V. Tapi dari segi manajemen traffic tidak direkomendasikan. Ini karena saat akses masuk jalan tol yang menanjak, kendaraan besar akan melambat dan menimbulkan antrean," ucap Basuki beberapa waktu lalu.

Baca juga: Segera Berlaku, Berapa Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek?

Corporate Communication Department Head Jasa Marga Faiza Riani juga membenarkan ada kemungkinan kendaraan golongan II akan bisa melintasi tol layang tersebut, tapi pelaksanaanya tetap menungu keputusan dari regulator.

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek memiliki beberapa fitur keselamatan untuk keadaan darurat.Kementerian PUPR Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek memiliki beberapa fitur keselamatan untuk keadaan darurat.

"Untuk sementara di musim liburan ini memang itu dulu (golongan I), karenan nati kami juga pasang portal setinggi 2,1 meter. Sekarang ini kita bicara fungsional, untuk nantinya pengoperasian penuh atau bertarif ada namanya SK pengoperasian, dari situ baru nanti kita dapat keputusan resmi dari regulator, yang bisa melintasi tol layang itu golongan apa saja," kata Faiza.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X